Tautan-tautan Akses

Drone yang Diduga Milik Korut Lintasi Perbatasan dengan Korsel


FILE - Sebuah drone yang diduga milik Korea Utara terlihat di Kementerian Pertahanan di Seoul, 21 Juni 2017. (Lee Jung-hoon/Yonhap via AP)
FILE - Sebuah drone yang diduga milik Korea Utara terlihat di Kementerian Pertahanan di Seoul, 21 Juni 2017. (Lee Jung-hoon/Yonhap via AP)

Korea Utara menerbangkan setidaknya lima drone kecil ke wilayah udara Korea Selatan, Senin (26/12), demikian menurut militer Korea Selatan, yang menanggapi dengan mengirimkan pesawat tak berawaknya sendiri ke Korea Utara. Ini merupakan upaya terbaru Korea Utara untuk meningkatkan ketegangan.

Beberapa drone yang diduga milik Korea Utara menyusup masuk wilayah angkasa Korea Selatan pada hari Senin (26/12), kata militer Korea Selatan, yang menanggapinya dengan jet-jet tempur dan helikopter serang.

Korea Selatan mengerahkan jet tempur dan helikopter sebagai tanggapan atas serbuan drone Korea Utara, yang dimulai sekitar pukul 10:25 waktu setempat. Militer Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan dan berupaya menembak jatuh sedikitnya satu drone itu, dan menggambarkan situasi itu terus berlangsung enam setengah jam setelah dimulai.

“Militer kami mengerahkan pesawat pengintai berawak dan tak berawak ke daerah-daerah yang dekat dengan Garis Demarkasi Militer dan Korea Utara untuk mengambil tindakan yang sesuai dalam menanggapi drone Korea Utara yang melanggar wilayah udara kami. Kami melakukan kegiatan pengintaian dan operasional seperti memotret fasilitas militer utama musuh. Militer kami akan terus menanggapi secara menyeluruh dan tegas provokasi semacam itu oleh Korea Utara," ujar Lee Seung-O, pejabat dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Sebuah drone diarak di Pyongyang, Korea Utara. (Foto: AP)
Sebuah drone diarak di Pyongyang, Korea Utara. (Foto: AP)

Drone pertama melintasi garis demarkasi militer, DML, di daerah perbatasan di Provinsi Gyeonggi pada pukul 10.25 dan disusul dengan beberapa lainnya, menurut para pejabat militer Korea Selatan. Jumlah pasti drone itu tidak jelas tetapi di bawah 10, kata para pejabat.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan mereka tidak tahu apakah drone tersebut bersenjata. Tetapi mereka mengatakan bahwa drone itu berukuran kecil dan tampak mirip dengan pesawat tak berawak yang dibuat secara kasar oleh Korea Utara dan ditemukan di daerah perbatasan Korea Selatan pada tahun 2014.

Militer Korea Selatan mengerahkan jet-jet tempur dan helikopter serang untuk menanggapi penyusupan pada hari Senin. Salah satu pesawat Korea Selatan yang terlibat dalam aksi tanggapan itu, pesawat serang ringan KA-1, jatuh di sebelah timur Seoul, meskipun para pejabat belum menjelaskan penyebabnya. Tidak ada pilot yang terluka, kata para pejabat.

Militer Korea Selatan mengatakan pada awalnya mereka tidak berusaha menembak jatuh drone tersebut karena khawatir itu akan membahayakan warga sipil.

Drone yang diduga milik Korea Utara itu terlihat di beberapa daerah perbatasan di bagian timur laut Korea Selatan, termasuk di Pulau Ganghwa, Gimpo dan Paju, kata para pejabat. Salah satu drone itu sempat terbang sebentar di atas ibu kota Korea Selatan, Seoul, menurut kantor berita News 1.

Menurut media lokal, keberangkatan pesawat dihentikan sementara di bandara utama Korea Selatan, Incheon, dan di Bandara Gimpo yang lebih kecil. Kedua bandara itu dekat dengan daerah yang dilaporkan disusupi drone Korea Utara.

Drone Korea Utara telah beberapa kali melintas masuk Korea Selatan, meskipun ini adalah serangan pertama dalam kurun lima tahun lebih, kata media lokal.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan drone yang digunakan dalam serangan terdahulu diperlengkapi dengan kamera dan tampaknya dimaksudkan untuk menjalankan misi pengintaian.

Korea Utara belum mengomentari serangan terbaru ini. Namun pada masa lalu, Korea Utara membantah mengirim drone ke Korea Selatan.

Korea Utara belum mengomentari serangan itu, tetapi pada masa lalu membantah mengirim pesawat mata-mata ke Korea Selatan.

Korea Utara terus meningkatkan ketegangan tahun ini, meluncurkan rudal dalam jumlah terbanyak dan melakukan penembakan artileri di daerah perbatasan yang sensitif. [uh/ab] [my/ka]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG