Tautan-tautan Akses

Di Tengah Perselisihan, China Lanjutkan Impor Babi dari Kanada


Seorang tukang daging menyiapkan daging babi di North Hills Meats di Toronto, Ontario, Kanada, 10 Mei 2017.
Seorang tukang daging menyiapkan daging babi di North Hills Meats di Toronto, Ontario, Kanada, 10 Mei 2017.

China akan melanjutkan impor daging babi dan sapi dari Kanada, demikian pengumuman yang disampaikan Perdana Menteri Justin Trudeau, Selasa (5/11). Trudeau mengumumkan hal itu pasca perselisihan besar antara Kanada dan China, dan kelangkaan babi yang serius di China ketika negara itu memberantas demam babi Afrika.

Langkah itu dilakukan hampir lima bulan setelah China menghentikan seluruh impor daging dari Kanada karena perselihan di antara kedua negara pasca penangkapan eksekutif perusahaan teknologi raksasa Huawei.

“Berita baik bagi para petani Kanada hari ini, ekspor daging babi dan sapi Kanada ke China akan dilanjutkan,” cuit Trudeau di Twitter.

Eksekutif terkemuka Huawei Meng Wanzhou ditangkap pada 1 Desember 2018 di Kanada berdasarkan permintaan otorita Amerika yang ingin mengadilinya dengan tuduhan penipuan. Ia adalah putri pendiri perusahaan.

China kemudian menahan dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michal Spavor, dan menjatuhkan hukuman mati pada satu orang lainnya. Langkah itu tampaknya merupakan upaya untuk menekan pembebasan Wanzhou. China mengancam akan adanya “konsekuensi serius” jika Kanada tidak membebaskan Wanzhou.

Tetapi daging babi merupakan makanan pokok di China, di mana harga dan ketersediaannya dinilai sebagai masalah nasional. Kekurangan pasokan telah meningkatkan permintaan daging babi dari produsen di Amerika, yang selama ini telah terlibat perang dagang dengan China.

Mantan Duta Besar Kanada Untuk China, Guy Saint-Jacques, mengatakan telah bertemu dengan para pemangku kepentingan dalam industri daging babi di Kanada pada Senin lalu (4/11). Mereka melaporkan adanya permintaan dari importir China soal berapa banyak daging babi yang dapat dipasok. Ditambahkannya, harga daging babi telah naik hingga sedikitnya 70 persen dan mungkin lebih tinggi lagi di sebagian wilayah di China.

Hubungan antara Kanada dan China mencapai titik terburuk sejak pembantaian Lapangan Tiananmen pada 1989. Saint-Jacques menyebut hubungan ini “sedikit lebih buruk sekarang” setelah China menyetujui utusan baru Kanada untuk China September lalu.

“Pesannya sangat jelas. Kecuali dan hingga Wanzhou dikembalikan ke China, semua tidak akan normal kembali dan mereka masih akan tetap menahan Kovrig dan Spavor,” tambahnya. [em/pp]

XS
SM
MD
LG