Tautan-tautan Akses

Dewan Komisioner Eropa untuk HAM Prihatin dengan UU Media di Albania


Konferensi kebebasan media di Tirana, Albania (foto: ilustrasi).

Seorang pejabat tinggi Eropa urusan hak asasi hari Selasa (17/12) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap desakan pemerintah Albania untuk menerapkan undang-undang, yang menurut sebagian kritikus akan merusak kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di negara kecil di Balkan itu.

“Paket anti-pencemaran nama baik” yang diperkirakan akan disahkan oleh parlemen Albania hari Rabu (18/12) akan mengharuskan semua kantor berita online untuk mendaftarkan diri. Pihak berwenang akan mengenakan denda yang besar bagi yang tidak mendaftar.

Komisioner Dewan Eropa Urusan Hak Asasi Dunja Mijatovic mengatakan rancangan undang-undang yang diusulkan itu membutuhkan “perbaikan segera” karena sejumlah ketentuan yang ada di dalamnya tidak sesuai dengan standar kebebasan pers internasional. Mijatovic menyerukan kepada anggota parlemen Albania untuk mengubah undang-undang itu sesuai norma Eropa.

Mijatovic juga menunjukkan keprihatinan tentang “wewenang diskresi” yang akan diberikan aturan hukum baru itu kepada dua badan pengatur, yaitu Electronic and Postal Communication Authority dan Audiovisual Media Authority “untuk memberlakukan denda yang sangat besar dan memblokir situs media tanpa perintah pengadilan.” “Sangat penting untuk memastikan bahwa internet tetap menjadi forum publik dan terbuka, dan tetap diatur sendiri oleh media, termasuk media online,” tegasnya.

RUU itu juga dikecam oleh asosiasi wartawan Albania dan internasional, juga Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa OSCE. Sejumlah wartawan berencana melakukan unjukrasa hari Rabu (18/12) ketika parlemen membahas RUU itu.

Kantor-kantor media pro-komunis di Albania umumnya telah digunakan atau dieksploitasi oleh partai politik yang berkuasa. (em/ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG