Tautan-tautan Akses

Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan terhadap Perdana Menteri Irak


Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi (tengah) bertemu dengan sejumlah pimpinan keamanan Irak setelah percobaan pembunuhan terjadi padanya di kediamannya di Baghdad, Irak, pada 7 November 2021. (Foto: Iraqi Prime Minister Media Office/Handout via Reuters)
Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi (tengah) bertemu dengan sejumlah pimpinan keamanan Irak setelah percobaan pembunuhan terjadi padanya di kediamannya di Baghdad, Irak, pada 7 November 2021. (Foto: Iraqi Prime Minister Media Office/Handout via Reuters)

Dewan Keamanan PBB pada Senin (8/11) mengecam keras upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi dan meminta para pelaku untuk segera bertanggung jawab.

Dalam sebuah pernyataan pers, 15 anggota dewan mengatakan bahwa mereka “mengutuk dengan keras” serangan yang terjadi pada akhir pekan itu.

“Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban pelaku, pengatur, penyandang dana, dan sponsor dari aksi terorisme tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan,” tulis pernyataan tersebut.

Dewan Keamanan juga meminta semua negara untuk “bekerja sama secara aktif dengan pemerintah Irak dan semua otoritas terkait lainnya.”

Kadhemi tidak terluka dalam serangan yang dilakukan oleh tiga pesawat tak berawak itu, di mana dua pesawat di antaranya berhasil dicegat. Menurut keterangan pihak berwenang Irak, dua pengawal Kadhemi mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Serangan itu terjadi dua hari setelah pasukan keamanan Irak mengalami bentrok dengan pendukung partai-partai yang didukung oleh Iran yang kehilangan dukungan dalam pemilihan umum yang berlangsung baru-baru ini, meskipun Assaib Ahl al-Haq, yang merupakan salah satu ketua dari kelompok utama pro-Iran, menyerukan agar para pelaku serangan terhadap Kadhemi segera diadili. [lt/ps]

XS
SM
MD
LG