Tautan-tautan Akses

China Serukan Lebih Banyak Bantuan Vaksin untuk Afrika


China menyerukan kepada komunitas internasional agar dapat lebih banyak memberikan bantuan untuk Afrika. (Foto: ilustrasi).

China menyerukan lebih banyak bantuan vaksin COVID-19 untuk Afrika.

Wu Peng, Direktur Jenderal Urusan Afrika di Kementerian Luar Negeri China membuat pernyataan tersebut pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Rabu (19/5).

"Kami tidak hanya menyerukan kepada komunitas internasional dan negara-negara yang mampu untuk segera menyediakan lebih banyak vaksin ke Afrika, tetapi juga menggemakan seruan negara-negara Afrika agar mereka mendapat perlakuan yang lebih istimewa," kata Wu Peng.

Ia mendesak komunitas internasional untuk memberikan bantuan suplai medis, teknologi, dan pendanaan vaksin. Menurut Wu Peng, China telah mendonasikan dan menjual vaksin ke hampir 40 negara Afrika.

Seorang pekerja tengah bekerja di laboratorium perusahaan bioteknologi China, Sinovac, di Beijing, China, 24 Agustus 2009. (Foto: dok).
Seorang pekerja tengah bekerja di laboratorium perusahaan bioteknologi China, Sinovac, di Beijing, China, 24 Agustus 2009. (Foto: dok).

Menurut penghitungan kantor berita Associated Press, China telah menjanjikan sekitar setengah miliar dosis vaksinnya ke lebih dari 45 negara.

Dengan hanya empat dari banyak pembuat vaksin China yang mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan setidaknya 2,6 miliar dosis tahun ini, sebagian besar populasi dunia tidak akan diinokulasi dengan vaksin Barat seperti Pfizer atau Moderna, melainkan vaksin China yang sederhana.

Mesir akan memproduksi vaksin COVID-19 buatan Sinovac secara lokal mulai Juni. Perusahaan China itu memungkinkan pihak Mesir mendapatkan keahlian dan bantuan teknis untuk memproduksi vaksin, serta memberinya lisensi untuk memproduksi dan mengemasnya sendiri. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG