Tautan-tautan Akses

Cari Penumpang Telat, Changi Uji Coba Sistem Pengenal Wajah


Bolivian teacher Wilfredo Negrete Jaldin pushes his bike carrying a board on his way to his students' homes in Aiquile.
Bolivian teacher Wilfredo Negrete Jaldin pushes his bike carrying a board on his way to his students' homes in Aiquile.

Bandara Changi di Singapura sedang uji coba sistem pengenal wajah yang kemungkinan, di masa mendatang, bisa membantu para penumpang yang tersasar atau yang terlambat naik pesawat karena terlalu lama belanja di toko-toko bebas cukai (duty-free), Reuters melaporkan.

Menduduki peringkat puncak bandara terbaik di dunia selama enam tahun berturut-turut versi konsultan perjalanan udara, Skytrax, Bandara Changi sedang mencari cara bagaimana menggunakan teknologi mutakhir untuk memecahkan berbagai masalah, mulai dari waktu parkir pesawat di landasan dan memperkirakan kedatangan penerbangan.

Namun usulan penggunaan kamera yang dipasang pada tiang-tiang yang terhubung pada perangkat lunak pengenal wajah memicu kekhawatiran mengenai masalah privasi.

“Kami mendapat banyak mendapat laporan penumpang tersasar..jadi salah satu kemungkinan yang kami pikirkan, kami butuh mendeteksi dan menemukan para penumpang pesawat. Tentu, dengan persetujuan dari maskapai penerbangan,” kata Kepala Informasi Grup Bandara Changi, Steve Lee, kepada Reuters.

Dengan teknologi pengenal wajah, pengguna bisa mencocokkan wajah orang-orang yang terekam oleh kamera dengan data yang ada.

Lee mengatakan pihaknya telah menguji coba teknologi ini dan sedang bekerja sama dengan beberapa pihak. Kata Lee, Bandara Changi berharap bisa menerapkan teknologi ini dalam waktu satu tahun.

Changi sudah menggunakan teknologi itu di terminal terbaru, T4, untuk berbagai layanan, seperti check-in, penyerahan bagasi, imigrasi dan layanan naik pesawat (boarding). Pihak bandara berharap bisa menerapkan teknologi yang sama di tiga terminal yang lama untuk penyerahan bagasi dan imigrasi. [ft/au]

XS
SM
MD
LG