Tautan-tautan Akses

Bom Truk Al-Shabab di Somalia Undang Kemarahan Dunia


Suasana Mogadishu pasca serangan bom truk al-Shabab yang menewaskan sedikitnya 70 orang, dan memicu kemarahan dunia terhadap kelompok pemberontak ini (foto:dok).
Suasana Mogadishu pasca serangan bom truk al-Shabab yang menewaskan sedikitnya 70 orang, dan memicu kemarahan dunia terhadap kelompok pemberontak ini (foto:dok).

Bom truk yang dilancarkan pemberontak Al-Shabab di Somalia menewaskan sedikitnya 70 orang dan mengundang kemarahan dunia.

Masyarakat internasional mengekspresikan kemarahan setelah bom truk di ibukota Somalia, Mogadishu, memorakmoranda kawasan kantor pemerintah, menewaskan setidaknya 70 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Selasa mengatakan "terkejut" atas apa yang ia sebut serangan "jahat" itu. Baginya, "sulit dipahami, orang yang tidak bersalah diserang tanpa alasan." Ditambahkan, serangan itu bahkan lebih "mengerikan" karena terjadi ketika pemimpin politik Somalia selama ini bekerja sama guna mewujudkan masa depan yang damai.

Kelompok pemberontak al-Shabab mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, dan menyatakan serangan itu ditujukan kepada Pemerintah Federal Sementara Somalia (TFG) dan penjaga perdamaian Uni Afrika yang membantu TFG.

Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan bom bunuh diri itu, dan menegaskan kembali dukungan bagi TFG, serta menyatakan terorisme dalam segala bentuk adalah "kejahatan dan tidak dapat dibenarkan."

Amerika mengutuk dan menyebut serangan itu sebagai "ketidakpedulian al-Shabab terhadap kehidupan manusia," sedangkan Inggris menyebut serangan itu "tidak berperasaan" dan Perancis menyebutnya "jahat."

Banyak dari korban adalah mahasiswa, yang datang ke Departemen Pendidikan untuk mengetahui hasil tes guna mendapat beasiswa belajar ke Turki.

Menurut pemerintah Somalia, itu serangan tunggal al-Shabab paling banyak menelan korban sejak dimulainya pemberontakan, menunjukkan bahaya dari teroris belum berakhir.

XS
SM
MD
LG