Tautan-tautan Akses

Biden Akan Umumkan Paket Bantuan Virus Corona


Presiden terpilih AS Joe Biden dijadwalkan untuk mengumumkan rencana respons virus corona, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: dok).
Presiden terpilih AS Joe Biden dijadwalkan untuk mengumumkan rencana respons virus corona, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: dok).

Presiden terpilih AS Joe Biden, Kamis (14/1) dijadwalkan mengungkapkan rencana respons virus corona yang mencakup peningkatan laju vaksinasi dan membantu menghadapi efek ekonomi karena pandemi. Biden dijadwalkan untuk merinci program itu dalam pidato malam ini.

Ia telah menetapkan sasaran mengimunisasi 100 juta dosis vaksin dalam 100 hari pertama setelah ia mulai menjabat pada 20 Januari, dan rencananya diperkirakan mencakup pendanaan untuk meluaskan kampanye vaksinasi.

Pemerintah AS telah menyetujui dua vaksin berbeda untuk penggunaan darurat. Keduanya mencakup vaksinasi dua dosis, dan sejauh ini, lebih dari 10 juta orang telah menerima dosis pertama vaksin.

Rencana Biden diperkirakan akan mencakup putaran baru pembayaran langsung untuk keluarga-keluarga AS. Legislasi mengenai paket bantuan virus corona terdahulu telah ditunda bulan lalu di tengah-tengah ketidaksepakatan mengenai seberapa besar stimulus itu.

Penasihat ekonomi untuk pemerintahan mendatang Biden, Brian Deese, mengatakan dalam acara Reuters hari Rabu bahwa proposal itu akan mencakup bantuan bagi usaha kecil juga.

Deese mengatakan Biden akan meminta Kongres untuk berfokus lebih dulu pada diloloskannya legislasi stimulus ekonomi dan kemudian membahas pemulihan ekonomi jangka panjang pada bidang-bidang seperti layanan kesehatan dan infrastruktur.

Pemimpin fraksi Demokrat di Senat Chuck Schumer telah menyatakan, diloloskannya legislasi bantuan virus corona itu akan menjadi prioritas pertama pada waktu Demokrat mulai mengontrol Senat.

Pemakzulan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan memadati kalender Senat, tetapi Biden menyatakan ia berharap Senat dapat menyeimbangkan pemakzulan dengan prioritas lainnya.

AS telah mencatat sekitar 385 ribu kematian akibat COVID-19, dan selama lebih dari dua bulan telah menghadapi lonjakan terburuk kasus.

Sepanjang pekan lalu, negara itu telah menambah rata-rata 245 ribu kasus baru per hari dengan 3.300 kematian. Tingkat rawat inap bagi pasien COVID-19 juga mencatat rekor tertinggi. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG