Tautan-tautan Akses

Bersiap Longgarkan 'Lockdown', India Hadapi Lonjakan Kasus Corona


Para penumpang di dalam kereta api menunggu keberangkatan dari stasiun Dakuni, 25 kilometer utara Kolkata, India, 5 Mei 2020. (Foto: dok).

India melaporkan peningkatan kasus virus corona harian terbesar sementara negara itu bersiap-siap melonggarkan lockdown.

Pada Senin (11/5), pemerintah India melaporkan 4.213 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Negara itu kini memiliki lebih dari 67.000 kasus, termasuk 2.206 kematian.

Menurut rencana, mulai Selasa (12/5), India akan secara bertahap mengoperasikan kembali jaringan keretanya. Jaringan kereta itu telah dihentikan sejak akhir Maret lalu sebagai bagian dari kebijakan lockdown nasional yang diberlakukan di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

Ketika jaringan kereta mulai kembali beroperasi, para penumpang akan diharuskan mengenakan masker dan menunjukkan surat tanda sehat sebelum diizinkan masuk ke dalam kereta, kata Kementerian Urusan Perkeretaan India. Kereta-kereta itu juga tidak akan berhenti di semua stasiun, dan para penumpang disarankan turun di stasiun terdekat dengan tujuan perjalanan mereka.

Pengumuman mengenai akan mulai beroperasinya jaringan kereta India dikeluarkan setelah pemerintah merencanakan pengadaan angkutan kereta bagi ribuan pekerja migran yang terdampar di kota-kota India agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing.

Jaringan kereta India sering digambarkan sebagai penyokong hidup penting masyarakat India. Setiap harinya, 23 juta orang memanfaatkan jaringan transportasi ini, atau sekitar 8,4 miliar penumpang per tahun.

Peningkatan tinggi jumlah kasus virus corona harian terjadi pada hari ketika Perdana Menteri Narendra Modi berencana bertemu para pemimpin negara bagian untuk membicarakan strategi keluar dari lockdown. Kebijakan lockdown selama 54 hari di India diperkirakan akan berakhir tanggal 17 Mei. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG