Tautan-tautan Akses

Beberapa Perempuan Saudi Tantang Larangan Mengemudi


Dua perempuan Saudi keluar dari sebuah mobil di Riyadh (17/6).
Dua perempuan Saudi keluar dari sebuah mobil di Riyadh (17/6).

Tidak ada aturan tertulis di Arab Saudi yang melarang perempuan untuk menyetir, hanya ada fatwa yang dikeluarkan dari faham Wahabi.

Beberapa perempuan di Arab Saudi menyetir mobil hari Jumat, menantang larangan kerajaan, yang tidak membolehkan perempuan menyetir.

Banyak perempuan Saudi berjanji di situs jejaring sosial internet untuk ikut serta dalam aksi protes tersebut. Ini mungkin aksi massa terbesar semacam itu sejak November 1990, ketika perempuan demonstran ditahan.

Karena demonstrasi dilarang di Arab Saudi, perempuan yang punya surat izin mengemudi (SIM) dari negara-negara lain dihimbau untuk melancarkan aksi protes perorangan.

Jumat pagi, sejumlah perempuan pergi ke supermarket atau sekadar mengemudi mobil di Riyadh. Suami mereka memasukkan video perjalanan itu ke dalam situs media sosial.

Seberapa besarnya protes itu masih menjadi tanda tanya. Nyali sejumlah perempuan mungkin ciut mengingat pengalaman aktivis Manal al-Sherif, yang dipenjarakan selama dua minggu setelah mengemudi dan menayangkan video perjalanan itu di internet.

Tidak ada aturan tertulis di Arab Saudi yang melarang perempuan menyetir, hanya ada fatwa yang dikeluarkan dari faham Wahabi.

Ulama yang menegakkan larangan itu menyatakan jika perempuan secara hukum diizinkan menyetir, mereka akan bebas keluar rumah sendirian dan bisa berinteraksi dengan laki-laki tak dikenal. Larangan itu memaksa keluarga menggaji sopir atau bergantung pada saudara laki-laki untuk menyetir mobil.

XS
SM
MD
LG