Tautan-tautan Akses

Banyak Pihak di Palestina Skeptis dengan Perundingan Damai


Kelompok Hamas mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas tidak berhak mengatas namakan rakyat Palestina dalam perundingan dengan Israel (foto: dok).
Kelompok Hamas mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas tidak berhak mengatas namakan rakyat Palestina dalam perundingan dengan Israel (foto: dok).

Pejabat-pejabat Palestina hari Minggu (21/7) menyampaikan rasa skeptis akan bisa tercapai sebuah perjanjian damai dengan pihak Israel.

Pejabat-pejabat Palestina hari Minggu menyampaikan rasa skeptis bisa mencapai sebuah perjanjian damai, selagi Israel dan Penguasa Palestina akan melakukan putaran pertama perundingan penting dalam lima tahun.

Rakyat Palestina di Gaza mengecam persetujuan Presiden Mahmoud Abbas untuk kembali ke perundingan damai berdasarkan kerangka yang ditengahi oleh Amerika.

Kelompok militan Hamas di Jalur Gaza menentang perdamaian dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry minggu lalu mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk menciptakan landasan bagi dimulainya kembali perundingan damai.

Ia mengingatkan bahwa sebuah perjanjian masih diperlukan sebagai formalisasi, sebuah petunjuk bahwa masih ada perbedaan.

Kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza berbeda pendapat dengan Abbas sejak mengambil alih jalur daerah tepi pantai itu pada tahun 2007. Kedua pihak sejak itu gagal melakukan rekonsiliasi.

Mushir al-Masri, seorang pejabat Hamas mengatakan Abbas tidak berhak mengatas namakan rakyat Palestina. Ia mengatakan, "Warga Palestina punya pandangan beragam mengenai apa yang harus dicapai dalam perundingan tersebut."

Sementara, warga Palestina Taher Abu Hamad mengatakan melakukan perundingan bukan hal yang sia-sia.

Katanya, tidak ada pilihan selain mengadakan perundingan karena Palestina demikian tergantung pada Israel mulai dari melintasi perbatasan sampai perawatan bagi orang yang sakit hingga lalu lintas barang katanya warga Palestina memandang perlu diselenggarakan perundingan.
XS
SM
MD
LG