Tautan-tautan Akses

Bank Dunia: Perlambatan Ekonomi di India Tidak akan Lama


Antrian nasabah di luar sebuah bank di New Delhi terlihat lebih pendek dibanding minggu lalu. (A. Pasricha/VOA).

Dalam sebuah laporan yang dirilis minggu ini, Bank Dunia menurunkan proyeksi ekonomi India untuk tahun fiskal yang berakhir Maret menjadi 7 persen dari 7,6 persen sebelumnya.

Bank Dunia mengatakan pertumbuhan ekonomi India akan terpukul di tengah larangan mata uang, tetapi penurunan tersebut akan berumur pendek dan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia itu akan segera bangkit kembali.

Perkiraan tersebut muncul sementara India berusaha menarik investor luar negeri, dengan Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India akan menjadi salah satu ekonomi yang paling digital di dunia.

Dalam sebuah laporan yang dirilis minggu ini, Bank Dunia menurunkan proyeksi ekonomi India untuk tahun fiskal yang berakhir Maret menjadi 7 persen dari 7,6 persen sebelumnya.

Ini karena penarikan hampir 86 persen uang kertas India dua bulan yang lalu ketika uang kertas dengan denominasi tinggi (500 dan 1.000 rupee) dilarang beredar dalam upaya untuk mengatasi penimbunan uang tunai tanpa pajak.

Estimasi ini sejalan dengan proyeksi pemerintah sendiri, yang mengatakan pertumbuhan akan merosot sekitar setengah persen.

Namun dalam ramalan yang akan menghibur para pembuat kebijakan di India, Bank Dunia mengatakan pertumbuhan akan segera bangkit. "India diduga akan kembali mendapatkan momentum, dengan pertumbuhan meningkat menjadi 7,6 persen pada tahun fiskal 2018-19 dan menguat menjadi 7,8 persen pada tahun fiskal 2019-20," kata laporan itu.

Para pengecam menyebut larangan uang kertas yang tak terduga itu sebagai kebijakan yang sangat mengganggu ekonomi yang banyak menggunakan uang tunai dan memperingatkan bahwa dampak yang merugikan akan berkepanjangan. [as/ab]

XS
SM
MD
LG