Tautan-tautan Akses

Bank Dunia Perbesar Kewenangan Voting Tiongkok


Lembaga tersebut memberikan Beijing kekuatan suara lebih untuk mempengaruhi kebijakan.

Bank Dunia memperkokoh posisi Tiongkok dengan memberikan Beijing kekuatan suara lebih untuk mempengaruhi kebijakan institusi pembangunan beranggotakan 186 negara itu.

Presiden Bank Dunia Robert Zoellick hari Minggu di Washington mengatakan kekuatan suara Tiongkok naik karena pertumbuhan ekonominya.

Kekuatan suara Tiongkok naik dari 2,7 persen menjadi 4,42 persen. Tiongkok kini adalah anggota Bank Dunia paling berpengaruh ketiga, di bawah Amerika dan Jepang.

Hal ini adalah bagian dari reformasi untuk memberi kekuatan suara lebih kepada negara-negara berkembang. Negara-negara berkembang kini memiliki kekuatan suara lebih dari 47 persen.

Zoellick mengatakan kepada wartawan bahwa Bank Dunia perlu keluar dari konsep lama bahwa beberapa negara termasuk dalam apa yang disebut sebagai negara dunia ketiga, karena menurut Zoellick, dunia kini bergerak kearah ekonomi multi-polar yang cepat berubah.

Selain menambah kekuatan suara negara berkembang, para anggota Bank Dunia juga setuju menaikkan sumber daya pinjaman badan itu sebesar 86 milyar dolar untuk menutupi pinjaman besar-besaran pada masa krisis keuangan global.

XS
SM
MD
LG