Tautan-tautan Akses

Badminton: Momota, Orang Jepang Pertama Peraih Juara Dunia


Kento Momota dari Jepang saat berlaga melawan Shi Yuqi dari China dalam laga tunggal putra turnamen bulu tangkis World Championship di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, 5 Agustus 2018.
Kento Momota dari Jepang saat berlaga melawan Shi Yuqi dari China dalam laga tunggal putra turnamen bulu tangkis World Championship di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, 5 Agustus 2018.

Kento Momota mendedikasikan gelar juara yang diraihnya Minggu (5/8), untuk orang-orang yang mendampinginya saat skandal judi mengancam karier bulu tangkisnya yang baru berkembang.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, pebulu tangkis berusia 23 tahun itu mengandaskan calon bintang bulu tangkis asal China, Shi Yuqi, dengan skor 21-11, 21-13 di Nanjing, China dan menjadi orang Jepang pertama yang memenangkan gelar juara dunia tunggal putra di turnamen World Championships.

Karier Momota sempat menurun menjadi kontroversi pada 2016, ketika para petinggi asosiasi bulu tangkis Jepang menskorsnya selama satu tahun karena mengunjungi kasino ilegal. Akibat sanksi itu, Momota tidak diberi kesempatan memperkuat timnas Jepang di Olimpiade di Rio de Janeiro.

Momota, yang saat itu berada di peringkat dua dunia, lalu bekerja keras untuk kembali ke puncak. Kerja kerasnya tak sia-sia. Dia menjadi salah satu favorit juara sebelum turnamen di Nanjing dimulai.

Meski berhasil mengandaskan Shi, Momota tampak enggan menjelaskan absennya dari olahraga. Namun dia mengatakan: “ada beberapa saat saya tidak bertanding.”

“Namun saya mendapat banyak bantuan dari banyak orang. Gelar ini adalah balasan untuk mereka.

Momota saat ini berada di peringkat ketujuh. Dia mengatakan dia ingin meniru para bintang bulu tangkis besar, seperti Li Chong Wei dan Lin Dan, yang mampu bermain lebih dari satu dasawarsa.

Di nomor tunggal putri, Carolina Marin mengandaskan P.V. Sindu dari India dan menjadi perempuan pertama yang memenangkan gelar juara dunia tunggal putri sebanyak tiga kali.

Marin yang bermain agresif sekarang menjadi juara dunia dan Olimpiade, dengan kemenangan 21-19, 21-10 atas Sindhu.[ft]

XS
SM
MD
LG