Tautan-tautan Akses

AS Kirim 'Miliaran' Untuk Danai Operasi Pemerintah Ukraina


Duta Besar AS untuk Swiss Jacques Pitteloud, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Eropa Karen Donfried, Duta Besar Ukraina Oksana Markarova dan Duta Besar Uni Eropa untuk AS Stavros Lambrinidis berbincang, 7 Juli 2022.
Duta Besar AS untuk Swiss Jacques Pitteloud, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Eropa Karen Donfried, Duta Besar Ukraina Oksana Markarova dan Duta Besar Uni Eropa untuk AS Stavros Lambrinidis berbincang, 7 Juli 2022.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari, perundingan soal dukungan untuk Kyiv pada umumnya terkait dengan senjata dan amunisi. Namun, kata para pejabat Amerika Serikat (AS) pekan ini, Washington juga mengirimkan banyak uang untuk mendanai operasi pemerintah Ukraina.

Bantuan itu diberikan sementara para pejabat AS dan Eropa menegaskan dukungan untuk rekonstruksi Ukraina, pasca berakhirnya Konferensi Lugano baru-baru ini.

AS "bangga menjadi donor negara terbesar untuk Ukraina" dan akan mengirimkan "miliaran bantuan lagi" dalam beberapa bulan ke depan, kata Karen Donfried, wakil menteri bantuan bagi urusan Eropa dan Eurasia, dalam sebuah acara di Washington pada Kamis (7/7). Bantuan itu termasuk "bantuan anggaran langsung bernilai miliaran dolar," katanya.

Washington telah menyediakan $2,3 miliar atau Rp 34,44 triliun bantuan anggaran langsung untuk pemerintah Ukraina, sejak Moskow meluncurkan serangan, kata wakil Departemen Luar negeri kepada VOA.

Ia menambahkan bahwa bantuan itu disalurkan lewat mekanisme Bank Dunia. Kyiv menerima "dua setoran masing-masing $500 juta pada 29 April dan 20 Mei, dan $1,3 miliar dolar atau Rp19,47 triliun rupiah pada 29 Juni," kata wakil itu.

Pemerintah Ukraina menggunakan dana itu untuk membayar upah pejabat pemerintah, membiayai kewajiban pensiun, menjaga rumah sakit dan sekolah, dan melindungi infrastruktur penting, kata wakil Deplu tersebut.

Pemerintahan Biden berniat untuk bekerja sama dengan Kongres untuk memberi Kyiv bantuan tambahan senilai $6.2 miliar atau Rp 92 triliun dalam bentuk bantuan anggaran langsung dalam lima tahun ke depan, menarik dari dana yang disisihkan dalam RUU sisipan kedua yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada 21 Mei, kata wakil itu kepada VOA. [vm/ft]

Forum

XS
SM
MD
LG