Tautan-tautan Akses

AS dan Filipina Gelar Latihan Militer Bersama


Anggota pasukan Filipina, AS, Jepang dan Australia memberikan penghormatan dalam upacara pembukaan latihan militer bersama ‘Balikatan’ di Aula Tejeros, Kamp Jenderal Emilio Aguinaldo, di Quezon City, Manila, Filipina, 7 Mei 2018. (Courtesy Photo: Angkatan Laut Amerika)
Anggota pasukan Filipina, AS, Jepang dan Australia memberikan penghormatan dalam upacara pembukaan latihan militer bersama ‘Balikatan’ di Aula Tejeros, Kamp Jenderal Emilio Aguinaldo, di Quezon City, Manila, Filipina, 7 Mei 2018. (Courtesy Photo: Angkatan Laut Amerika)

Militer Amerika dan Filipina sudah mulai latihan terbesar tahunan sejak Presiden Rodrigo Duterte memegang tampuk kekuasaan. Duterte pernah bersumpah akan mengurangi kehadiran militer Amerika di Filipina karena ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan China dan Rusia.

Latihan Balikatan atau bahu-membahu itu dimulai di Manila, Senin (7/5), melibat sekitar delapan ribu pasukan Amerika dan Filipina serta kontingen kecil pasukan Jepang dan Australia.

Di bagian lain Manila terjadi demonstrasi memprotes latihan itu dan menolak kegiatan militer Amerika di Filipina. Direktur latihan Letnan Jenderal Lawrence Nicholson dari Amerika mengatakan latihan itu melambangkan hubungan antara kedua bangsa.

Setelah terpilih menjadi presiden pada 2016 Duterte mengancam akan mengakhiri latihan tahunan itu. Ia amat mengkritisi kebijakan keamanan Amerika, mengambil langkah-langkah menggalakkan hubungan dengan China yang tegang selama di bawah pendahulunya mengenai sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Para pemimpin Filipina menandaskan latihan tersebut tidak ditujukan terhadap China tetapi terhadap ancaman terorisme perkotaan, krisis buatan manusia dan bencana alam. [vm/al]

XS
SM
MD
LG