Tautan-tautan Akses

AS Batasi Ekspor ke Perusahaan Iran karena Membuat Drone untuk Rusia


Seorang petugas kepolisian memeriksa serpihan dari sebuah pesawat, yang Ukraina duga merupakan drone buatan Iran, di lokasi serangan Rusia di Kharkiv, Ukraina, pada 6 Oktober 2022. (Foto: Reuters)
Seorang petugas kepolisian memeriksa serpihan dari sebuah pesawat, yang Ukraina duga merupakan drone buatan Iran, di lokasi serangan Rusia di Kharkiv, Ukraina, pada 6 Oktober 2022. (Foto: Reuters)

Amerika Serikat, pada Selasa (31/1), memberlakukan pembatasan perdagangan baru pada tujuh entitas Iran karena memproduksi pesawat nirawak alias drone yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina, kata Departemen Perdagangan AS.

Beberapa perusahaan dan organisasi yang terlibat dalam aktivitas yang berseberangan dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS ditambahkan ke dalam daftar pengendalian ekspor AS.

Penambahan tersebut diunggah dalam sebuah berkas pengajuan awal di US Federal Register, jurnal harian pemerintah, dan akan diterbitkan secara resmi pada Rabu (1/2).

Sejak Rusia memulai perang melawan Ukraina pada Februari 2022, AS dan lebih dari 30 negara lainnya telah berusaha melemahkan basis industri militer dan pertahanannya dengan cara menerapkan pengendalian ekspor untuk membatasi akses teknologi Rusia.

Entitas Iran yang ditambahkan ke dalam daftar pengendalian ekspor tersebut yaitu Design and Manufacturing of Aircraft Engines, Islamic Revolutionary Guard Corps Aerospace Force, Islamic Revolutionary Guard Corps Research and Self-Sufficiency Jihad Organization, Ije Parvaz Mado Nafar Company, Paravar Pars Company, Qods Aviation Industry dan Shahed Aviation Industries.

Pemasok entitas-entitas tersebut diwajibkan memiliki lisensi untuk mengirimkan pasokan dan teknologi, namun semua itu diperkirakan akan ditolak, kecuali untuk pangan dan obat-obatan. Lisensi-lisensi itu akan ditinjau berdasarkan kasus per kasus.

Misi Iran untuk PBB di New York mengatakan: “Sanksi-sanksi itu tidak berdampak pada kapasitas produksi drone Iran, karena semua drone itu diproduksi di dalam negeri. Ini merupakan indikasi kuat bahwa drone yang ditembak jatuh di Ukraina menggunakan suku cadang dari negara-negara Barat yang bukan milik Iran.”

Januari lalu, Kanada mengumumkan bahwa pihaknya akan membeli National Advanced Surface-toAir Missile System (NASAMS) buatan AS bagi Ukraina. NASAMS sendiri merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek hingga menengah yang berbasis di darat yang melindungi dari serangan drone, rudal dan pesawat, AS telah menyediakan dua NASAMS kepada Ukraina, dan lebih banyak lagi di masa depan.

Sistem pertahanan udara berbasis darat lain seperti Patriot dari Raytheon Technology Corp. telah dijanjikan kepada Ukraina oleh Inggris, AS dan Belanda. [rd/rs]

Forum

XS
SM
MD
LG