Tautan-tautan Akses

AS Batalkan Vonis atas Pria Australia yang Ditahan di Guantanamo


David Hicks, warga Australia dibebaskan setelah ditahan selama 5,5 tahun di kamp Guantanmo (foto: dok).
David Hicks, warga Australia dibebaskan setelah ditahan selama 5,5 tahun di kamp Guantanmo (foto: dok).

David Hicks, warga Australia dinyatakan bersalah beberapa tahun lalu karena menyediakan dukungan materi bagi kelompok teroris.

Pengadilan banding militer Amerika telah membatalkan vonis atas seorang warga negara Australia yang ditahan di Teluk Guantanamo dan dinyatakan bersalah beberapa tahun lalu karena menyediakan dukungan materi bagi kelompok teroris.

Dalam konferensi pers di Sydney, Australia, David Hicks mengatakan ia tidak berniat meminta permohonan maaf resmi atau kompensasi atas penahanannya selama 5,5 tahun di kamp tahanan Amerika di Kuba itu.

David Hicks adalah orang pertama yang dinyatakan bersalah diadili di pengadilan kejahatan perang Amerika sejak Perang Dunia Kedua.

Mantan pemburu kangguru itu ditangkap bersama pasukan Taliban di Afghanistan pada akhir tahun 2001. Ia ditahan di Teluk Guantanamo sejak Januari 2002 hingga Mei 2007, ketika ia mengaku bersalah menyediakan dukungan materi kepada kelompok teroris.

Dalam persetujuan yang dicapai dengan jaksa penuntut, seluruh hukuman – kecuali hukuman sembilan bulan penjara yang dijatuhkan kepadanya – ditangguhkan dan ia diijinkan kembali ke Australia, di mana ia ditahan hingga masa tahanannya berakhir.

Pengadilan banding militer Amerika hari Rabu (18/2) membatalkan vonis bersalah terhadap Hicks, karena aktivitas yang membuatnya dinilai bersalah bukan merupakan kejahatan hingga beberapa tahun setelah ia ditangkap di Afghanistan.

Hicks yang berusia 39 tahun berbicara kepada media dalam sebuah konferensi persi di Sydney hari Kamis (19/2).

“Saya percaya tidak ada satu orang pun yang terkejut dengan pengakuan pemerintah Amerika hari ini – yang sudah lama dinanti-nantikan – bahwa saya tidak bersalah. Bahkan pemerintah Australia sudah mengakui bahwa saya tidak melakukan kejahatan. Sudah menjadi nasib saya bahwa karena politik saya menerima siksaan fisik dan psikis selama 5,5 tahun, yang akan saya ingat selamanya,” ujarnya.

David Hicks jarang berbicara secara terbuka kepada publik dan tetap menjadi tokoh yang kontroversial. Bagi sejumlah warga Australia, Hicks adalah pengkhianat yang mengaku telah mendukung ekstremisme, sementara lainnya yakin ia adalah korban ketidakadilan.

Tahun 2000 Hicks berada di Pakistan di mana ia berlatih bersama untuk melatih kelompok militan Lashkar-e-Taiba, yang kemudian dinyatakan Amerika sebagai organisasi teroris asing. Awal tahun 2001 Hicks pergi ke Afghanistan dan mengikuti kamp pelatihan yang dikelola oleh Al Qaeda. Pasca-serangan 11 September 2001, Hicks ditangkap di Baghlan – Afghanistan oleh para pejuang Aliansi Utara dan diserahkan kepada Amerika. Ia adalah salah seorang dari kelompok tahanan pertama yang dipindahkan ke Teluk Guantanamo.

Ayahnya Terry – yang telah mengkampanyekan nasib anaknya sejak lama – mengatakan akan tetap ada sebagian warga Australia yang tidak mau menerima putusan pengadilan banding militer Amerika itu.

“Masih ada orang di luar sana yang akan mengatakan peduli setan ia dinyatakan tidak bersalah. Menurut pemahaman mereka, ia bersalah, tetapi itu adalah cara mereka memandang sesuatu. Dari sudut pandang kami, pengadilan telah menyatakan Hicks tidak bersalah dan kami menerima hal itu, rasanya sangat luar biasa,” kata Terry.

Sebelumnya, Australia dituding tidak cukup berupaya untuk membantu salah satu dari dua warganya yang ditahan di Teluk Guantanamo. Ditanya tentang pembatalan vonis atas David Hicks itu, Perdana Menteri Tony Abbot mengatakan Australia seharusnya tidak usah “merisaukan ancaman teroris yang sudah lewat” dan alih-alih terfokus pada ancaman saat ini.

XS
SM
MD
LG