Tautan-tautan Akses

Afghanistan: Jangan Kaitkan Terorisme dengan Islam


Penasihat keamanan nasional Afghanistan, Mohammad Hanif Atmar (foto: dok).
Penasihat keamanan nasional Afghanistan, Mohammad Hanif Atmar (foto: dok).

Penasihat keamanan nasional Afghanistan mengatakan hari Senin (6/3) bahwa mengaitkan terorisme dengan Islam adalah tidak sewajarnya, mengingat penderitaan kaum Muslim di tangan teroris serta pengorbanan yang telah mereka lakukan guna mengalahkan berbagai kekerasan oleh kelompok teroris.

Kawasan Asia Selatan, yang mencakup Afghanistan dan Pakistan, mempunyai “konsentrasi tertinggi organisasi teroris daripada kawasan manapun di dunia,” kata Hanif Atmar. Ia mengemukakan bahwa 20 dari 98 kelompok yang digolongkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris beroperasi di kawasan itu.

Afghanistan telah menderita 10.500 korban jiwa akibat terorisme dalam 14 bulan terakhir, dengan rata-rata 28 orang tewas setiap hari, katanya.

“Tidaklah wajar mengaitkan terorisme dengan Islam, karena anggapan demikian gagal memahami, menghargai, pengorbanan yang dilakukan oleh kaum Muslim untuk mengalahkan terorisme, dan penderitaan yang telah dirasakan oleh kaum Muslim di tangan teroris,” katanya kepada para hadirin di Konferesni Keamanan Asia, yang sedang diadakan tahun ini di New Delhi, India.

Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengatakan tanggapan sedunia untuk melawan terorisme harus datang dari Asia, karena “orang Asia sedang menderita kekerasan teroris yang dilakukan oleh empat dari lima organisasi teror yang paling kejam di dunia.” [gp]

Recommended

XS
SM
MD
LG