Tautan-tautan Akses

Menlu Powell dan Menhan Rumsfeld Berselisih Soal Status Tawanan Perang - 2002-01-27


Pemerintah Amerika sedang terlibat perdebatan sengit tentang bagaimana sebaiknya menyebut tawanan al-Qaida dan Taliban yang ditangkap di Afghanistan. Kata Wakil Presiden Dick Cheney, Menteri LN Colin Powell minta supaya Presiden Bush menyebut tawanan di Guantanamo itu sebagai tawanan perang dan bukannya gerombolan bersenjata. Sesuai dengan konvensi Jenewa, tawanan perang tidak diharuskan membuka rahasia militer kepada pihak yang menangkapnya. Kata Menlu Powell, perubahan itu juga akan menjamin supaya tentara Amerika yang ditangkap lawan, kalau ada, akan diperlakukan sebagai tawanan perang pula. Tapi Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld yang berkunjung ke Guantanamo hari minggu ini mengatakan, ke-158 pejuang al-Qaida dan Taliban yang ditawan disana adalah para pembunuh paling berbahaya dan terlatih baik dimuka bumi ini. Kata Rumsfeld, para tawanan itu masih dikategorikan sebagai gerombolan bersenjata, sehingga para penyidik Amerika bisa menanyai mereka secara leluasa tentang kegiatan terroris yang sudah dan akan dilancarkan. Kata Rumsfeld, dia tidak mengharapkan adanya perubahan status para tahanan itu. Sebelumnya, Wapres Dick Cheney mengatakan tidak ada yang membuat Amerika Serikat perlu minta maaf sehubungan dengan perlakuan terhadap tawanan Taliban dan Al Qaida di Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba. Menurut Cheney – mengutip kata-katanya – "para tawanan tersebut adalah orang-orang yang jahat sekali yang mungkin telah mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari yang selayaknya mereka terima". Ia menambahkan, para tawanan diberi makan, diberi tempat tinggal dan dirawat berdasarkan standar Konvensi Jenewa, meskipun mereka bukan tawanan perang resmi. Sekitar 20 anggota Kongres Amerika meninjau pangkalan di Karibia itu hari Jumat lalu, dimana Amerika Serikat menahan 158 tawanan dari Afghanistan. Mereka juga sependapat para tawanan tersebut diperlakukan manusiawi.

XS
SM
MD
LG