Pihak berwenang Tiongkok
merilis daftar 15 tersangka "yang paling dicari" berkaitan dengan kekerasan
etnis yang menimbulkan korban jiwa bulan ini di propinsi Xinjiang, Tiongkok
baratlaut.
Daftar tersebut dirilis hari Kamis oleh kepolisian di ibukota propinsi
Xinjiang, Urumqi, tempat kerusuhan terjadi. Kantor berita resmi Xinhua mengatakan
pihak berwenang berjanji akan memperlakukan para tersangka dengan baik jika
mereka menyerahkan diri, sementara orang-orang yang menolak menyerahkan diri
akan menghadapi hukuman berat.
Lebih 1600 orang telah ditahan berkaitan dengan kekerasan itu.
Pemerintah mengatakan paling sedikit 197 orang tewas dalam bentrokan antara
warga minoritas Uighur yang beragama Islam dan warga Tionghoa etnis Han yang
mayoritas di Xinjiang. Bentrokan itu disulut oleh kabar desas-desus yang tidak
benar bahwa beberapa pekerja Uighur memerkosa dua gadis Tionghoa di sebuah
pabrik mainan anak-anak di Guangdong. Dua orang tewas setelah perkelahian
besar-besaran terjadi di pabrik itu.