Negara-negara di kawasan Afrika selatan mendesak para pemimpin politik yang berseteru di Madagaskar agar mengatasi perbedaan melalui dialog damai.
Para pemimpin dari
Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC) menyampaikan desakan itu setelah
bertemu selama 12 jam yang berakhir Minggu pagi di Johannesburg, Afrika
Selatan. Kelompok beranggotakan 15 negara itu mengangkat mantan presiden
Mozambik Joaquim Chissano untuk memimpin upaya-upaya mediasi antara pemimpin
Madagaskar yang didukung militer dan presiden terguling.
Mantan pemimpin oposisi Andry Rajoelina telah menjalankan roda pemerintahan Madagaskar sejak Maret ketika Presiden Marc Ravalomanana lari ke pengasingan karena tekanan dari oposisi dan para pemimpin militer.
Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan menghentikan keanggotaan negara pulau itu sebagai protes atas pengambil-alihan pemerintahan oleh Rajoelina. Ravalomanana bertemu dengan beberapa pemimpin SADC di sela-sela KTT di Johannesburg itu.
Rajoelina, yang berusia 35 tahun, tidak diundang ke KTT tersebut. Beberapa hari sebelum KTT, para penengah dari Afrika, PBB, dan negara-negara berbahasa Prancis menghentikan upaya-upaya mengatasi krisis Madagaskar, dengan alasan kedua pihak menghalangi kemajuan.