Tautan-tautan Akses

Pengadilan Mogul Media Hong Kong Ditangguhkan Hingga 2023


Mogul media Jimmy Lai, di antara para aktivis prodemokrasi, tiba di pengadilan di Hong Kong (foto: dok).
Mogul media Jimmy Lai, di antara para aktivis prodemokrasi, tiba di pengadilan di Hong Kong (foto: dok).

Pengadilan Hong Kong hari Selasa (13/12) menangguhkan sidang keamanan nasional mogul media Jimmy Lai karena China belum memutuskan apakah pengacara asing dapat mewakilinya atau tidak.

Lai, yang Kamis lalu (9/12) merayakan hari jadi yang ke 75, harus menunggu sembilan bulan lagi untuk disidangkan setelah Hakim Pengadilan Tinggi Esther Toh menetapkan tanggal sidang baru, yang dijadwalkan berlangsung pada September 2023.

Lai telah ditahan sejak Desember 2020 atas dua dakwaan konspirasi untuk berkolusi dengan negara asing dan satu dakwaan kolusi dengan pasukan asing.

Jika terbukti bersalah, Lai – yang pada Agustus lalu mengaku tidak bersalah – menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Sidang yang awalnya dijadwalkan mulai dilangsungkan 1 Desember, ditangguhkan awal bulan ini. Begitu dimulai sidang ini akan diawasi oleh tiga hakim keamanan nasional yang dipilih sendiri tanpa juri.

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee telah meminta China menafsirkan larangan menggunakan pengacara asing dalam kasus keamanan nasional yang ada dalam aturan hukum wilayah itu. Sebelumnya visa pengacara Inggris Tim Owen yang telah ditetapkan untuk mewakili Lai ditahan.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China NPCSC akan memutuskan apakah Lai dapat diwakili atau tidak oleh Owen, yang dikenal sebagai veteran pengacara hak asasi manusia. Pengadilan Tinggi Hong Kong sebelumnya menyetujui permohonan agar Owen dapat mewakili Lai, dan Pengadilan Banding Akhir memutuskan menentang tiga upaya Departemen Kehakiman untuk melarang Owen membela Lai.

Lai adalah pemilik Next Digital, perusahaan media terbesar yang terdaftar di Hong Kong, yang juga pernah menerbitkan surat kabar Apple Daily yang kini sudah diberangus. Surat kabar pro-demokrasi itu terpaksa ditutup tahun lalu setelah Lai, bersama eksekutif puncak, editor dan wartawan-wartawannya ditangkap atas dugaan pelanggaran UU Keamanan Nasional Hong Kong yang diberlakukan China.

Enam mantan eksekutif surat kabar itu mengaku bersalah atas tuduhan kolusi berdasarkan aturan hukum itu pada akhir November lalu.

Kepala tim kuasa hukum internasional Lai, Caoilfhionn Gallagher, mendesak pemerintah Inggris untuk melakukan lebih banyak upaya bagi Lai, yang juga berkewarganegaraan Inggris. “Kami meminta Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri untuk menangani kasus ini dengan urgensi yang layak dan berbicara mendukung warga negaranya.”

Negara-negara Barat, termasuk Amerika, telah menyampaikan keprihatinan atas kasus Lai dan mengutuk apa yang mereka sebut sebagai kemerosotan yang lebih luas dalam upaya melindungi hak asasi manusia dan kebebasan yang fundamental dalam aturan hukum itu. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Ned Price mengutuk putusan itu. [em/jm]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG