Tautan-tautan Akses

Pemimpin Taliban: Kemenangan Sedianya Tidak Membuat Kita Arogan


Mullah Baradar Akhund, seorang pejabat senior Taliban, duduk bersama sekelompok pria, membuat pernyataan video, dirilis pada 16 Agustus 2021. (Foto: Media Sosial via REUTERS)
Mullah Baradar Akhund, seorang pejabat senior Taliban, duduk bersama sekelompok pria, membuat pernyataan video, dirilis pada 16 Agustus 2021. (Foto: Media Sosial via REUTERS)

Seorang pemimpin senior Taliban, Mullah Abdul Ghadi Baradar, mengatakan kemenangan kelompoknya, yang digambarkannya sebagai hal yang tidak diperkirakan, sedianya tidak menjadikan mereka arogan.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada warga Muslim-Afghanistan atas kemenangan besar ini, khususnya warga dan penduduk kota Kabul. Saya juga ingin menyarankan dan menuntut seluruh mujahidin (para pejuang Taliban.red) bahwa kita sudah mencapai situasi yang unik dan tidak diperkirakan sebelumnya. Hal ini terjadi karena pertolongan Tuhan dan sedianya tidak membuat kita arogan.”

Dalam pernyataan yang dipasang di YouTube oleh juru bicara kelompok itu, salah seorang pendiri Taliban itu mengatakan mereka “akan terlibat untuk melayani bangsa kami hari demi hari.”

“Sebelumnya kita tidak memiliki tanggung jawab sebesar yang kita miliki hari ini, karena kita sebenarnya sedang diuji Tuhan, hari demi hari kita akan terlibat untuk melayani bangsa kita, dengan menyediakan keamanan dan harapan bagi masa depan mereka," katanya.

Baradar berbicara dari Doha, di mana kantor Taliban berada, ketika para gerilyawan memasuki Istana Kepresidenan di Kabul, beberapa jam setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu,.

Ketika hari beranjak malam, gerilyawah Taliban yang ditempatkan di seluruh penjuru Kabul mengambilalih pos-pos polisi yang ditinggalkan dan bertekad akan mempertahankan ketertiban umum pada masa transisi ini.

Seorang anggota Taliban (tengah) berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. (Foto: Reuters)
Seorang anggota Taliban (tengah) berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

Sebagian warga dilaporkan menjarah kota, termasuk di distrik diplomatik kelas atas, sementara sejumlah pesan di media sosial menyarankan warga agar tinggal di dalam rumah dan mengunci pintu pagar rumah mereka.

Kota itu diselimuti kepanikan. Sejumlah helikopter datang dan pergi dari kantor Kedutaan Besar Amerika menuju ke bandara untuk mengevakuasi personil.

Gerilyawan Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan dalam ofensif yang mencengangkan seminggu terakhir ini, meskipun Amerika dan NATO telah menghabiskan miliaran dolar selama 20 tahun ini untuk membangun pasukan keamanan Afghanistan. [em/pp]

XS
SM
MD
LG