Tautan-tautan Akses

Kasus COVID-19 di Singapura Dapat Hancurkan Gelembung Perjalanan dengan Hong Kong


Sepasang suami istri, mengenakan masker di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru COVID-19, berjalan melewati pemeriksaan pemeriksaan suhu di Bandara Internasional Changi di Singapura, 27 Februari 2020. (Foto: AFP)
Sepasang suami istri, mengenakan masker di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru COVID-19, berjalan melewati pemeriksaan pemeriksaan suhu di Bandara Internasional Changi di Singapura, 27 Februari 2020. (Foto: AFP)

Gelembung perjalanan antara Hong Kong dan Singapura yang akan dimulai pada 26 Mei “berpeluang besar” ditangguhkan, kata seorang pejabat Hong Kong pada hari Jumat (14/5). Itu mungkin akan menjadi pembatalan kedua bagi rencana yang akan mengizinkan kunjungan antara kota-kota tersebut.

Gelembung perjalanan antara dua pusat keuangan utama Asia, yang telah memberlakukan kontrol perbatasan ketat selama setahun ini untuk mencegah virus corona, telah dijadwalkan dimulai pada November lalu tetapi ditunda setelah lonjakan kasus di Hong Kong.

Kali ini Singapura yang menghadapi kenaikan kasus.

“Menteri Singapura memberitahu saya bahwa ada kemungkinan besar rencana gelembung perjalanan tidak akan dimulai berdasarkan mekanisme yang disepakati,” kata Menteri Perdagangan Hong Kong Edward Yau kepada wartawan.

Kedua pihak akan membuat keputusan dan pengumuman mengenai gelembung itu awal pekan depan, kata Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung.

Pengaturan ini akan memungkinkan penumpang untuk melakukan perjalanan antara kedua kota itu tanpa perlu menghabiskan waktu di karantina, apabila mereka dinyatakan negatif terjangkit virus itu sebelum keberangkatan dan setelah kedatangan.

Cathay Pacific Hong Kong dan Singapore Airlines akan menjadi maskapai yang melakukan penerbangan awal untuk itu.

Tetapi berdasarkan kesepakatan, gelembung itu akan ditunda apabila rata-rata kenaikan harian jumlah kasus COVID-19 selama periode tujuh hari di tengah komunitas lebih dari lima kali lipat baik di Singapura maupun Hong Kong.

Singapura Jumat mengumumkan pembatasan terketat dalam hal pertemuan sosial dan aktivitas publik sejak melonggarkan lockdown terkait COVID-19 tahun lalu, di tengah-tengah kenaikan penularan virus secara lokal dan dengan munculnya klaster-klaster baru dalam beberapa pekan ini.

Kementerian Kesehatan Singapura, Kamis (13/5), melaporkan 24 kasus COVID-19 yang tertular secara lokal, angka kenaikan harian tertinggi sejak pertengahan September, dengan 17 di antaranya terkait dengan satu klaster di Bandara Changi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengatakan orang-orang yang tiba di kota itu dari Taiwan wajib dikarantinakan di hotel yang telah ditetapkan selama 14 hari setelah kedatangan setelah meningkatnya kasus domestik di sana. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG