Tautan-tautan Akses

China Janji Kurangi Penggunaan Batu Bara dalam Produksi Energi


Asap dan uap dari pabrik pemrosesan batu bara yang menghasilkan karbon hitam, bahan dalam pembuatan baja, di Hejin di Provinsi Shanxi, China tengah, 28 November 2019. (AP Photo/Sam McNeil)
Asap dan uap dari pabrik pemrosesan batu bara yang menghasilkan karbon hitam, bahan dalam pembuatan baja, di Hejin di Provinsi Shanxi, China tengah, 28 November 2019. (AP Photo/Sam McNeil)

China, pengguna batu bara terbesar di dunia, mengatakan, Selasa (27/4), bahan bakar fosil akan memainkan peran yang kurang dominan dalam produksi energinya. Negara itu juga mengatakan bahwa, meskipun ada rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru, negara itu tidak akan menggunakannya dalam skala luas.

Pernyataan Li Gao, Direktur Jenderal Departemen Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan China, itu dikeluarkan menyusul janji Presiden Xi Jinping pada KTT iklim pekan lalu untuk bekerja dengan Amerika Serikat dalam mengurangi emisi.

“Dulu, batu bara adalah sumber tenaga utama. Pada masa depan, batu baru akan berperan hanya sebagai penunjang,'' kata Li pada sebuah konferensi pers.

“Kami sekarang masih membutuhkan batu bara dalam jumlah tertentu. Tapi, kami tidak akan memanfaatkan batu bara secara luas, itu sangat jelas dan itu diatur secara ketat,'' tambahnya.

Li mengakui bahwa China masih membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara baru, tetapi ia menegaskan bahwa pembangkit-pembangkit baru itu tidak seperti pembangkit tradisional sehingga tidak akan mengeluarkan emisi sebanyak pembangkit listrik tenaga batu bara baru sebelumnya.

Para pakar iklim telah lama menganjurkan larangan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru. Jika negara-negara mematuhi anjuran tersebut, menurut mereka, upaya mengatasi perubahan iklim mengambil langkah yang signifikan.

Kepulan asap dari menara pendingin pembangkit listrik tenaga batu bara dengan emisi sangat rendah China Energy di Sanhe, provinsi Hebei, China, 18 Juli 2019. (REUTERS / Shivani Singh)
Kepulan asap dari menara pendingin pembangkit listrik tenaga batu bara dengan emisi sangat rendah China Energy di Sanhe, provinsi Hebei, China, 18 Juli 2019. (REUTERS / Shivani Singh)

China memperoleh sekitar 60 persen listriknya dari batu bara, dan merupakan sumber gas rumah kaca terbesar di dunia. Selama pemerintahan Trump, AS menggunakan emisi China sebagai alasan untuk tidak bertindak, dan pada masa lalu China menunjuk sejarah emisi AS sebagai alasan menolak untuk mengambil tindakan.

Beijing sebelumnya telah menetapkan target bahwa energi bahan bakar nonfosil akan menyumbang 20 persen dari total konsumsi energi negara itu pada 2025. Untuk merealisasikannya, China akan meningkatkan investasi dalam energi matahari dan angin.

Jerman dan China Senin sepakat untuk meningkatkan kerja sama mereka dalam memerangi perubahan iklim. Kedua negara berdiskusi mengenai penggunaan batu bara dan cara menguranginya. Xi mengumumkan tahun lalu bahwa China akan netral karbon pada tahun 2060 dan akan secara konsisten mengurangi emisi gas rumah kacanya setelah 2030. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG