Tautan-tautan Akses

Sinovac Dapat Dana $515 Juta untuk Tingkatkan Produksi Vaksin Covid-19


Seorang pegawai memeriksa suntikan untuk vaksin SARS CoV-2 Covid-19 yang diproduksi SinoVac di pabriknya di Beijing, 24 September 2020.
Seorang pegawai memeriksa suntikan untuk vaksin SARS CoV-2 Covid-19 yang diproduksi SinoVac di pabriknya di Beijing, 24 September 2020.

Sinovac Biotech dari China telah memperoleh pendanaan sebesar $515 juta dari sebuah perusahaan lokal. Kedua perusahaan itu mengatakan, Senin (7/12), dana itu akan digunakan untuk menggandakan kapasitas produksi vaksin virus coronanya.

Perjanjian investasi itu muncul ketika Sinovac memperluas perjanjian pasokan dan uji coba vaksin Covid-19 eksperimentalnya CoronaVac. Semakin banyak negara yang memperlihatkan hasil positif dari uji klinis tahap menengah.

Perusahaan China, Sino Biopharmaceutical Limited, pada Senin (7/12) mengatakan sebuah unit bisnis akan menginvestasikan $515 juta ke Sinovac Life Sciences, anak perusahaan Sinovac, untuk membantu pengembangan dan produksi CoronaVac.

Sinovac mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa perusahaannya akan mampu memproduksi 300 juta dosis vaksin setiap tahun dan bertujuan menyelesaikan konstruksi fasilitas produksi kedua pada akhir 2020 guna meningkatkan kapasitas produksi vaksin Covid-19 tahunan menjadi 600 juta dosis.

Sinovac telah menyepakati perjanjian pasokan CoronaVac dengan beberapa negara, termasuk Indonesia, Turki, Brazil dan Chile. Kini Sinovac sedang mengadakan perundingan dengan Filipina.

CoronaVac juga merupakan satu dari tiga vaksin Covid-19 eksperimental yang digunakan oleh China untuk memvaksinasi sekitar 1 juta orang berdasarkan program penggunaan darurat.

Pusat biomedis Institut Butantan di Brazil, yang menjalankan uji coba CoronaVac fase 3 di negara itu, mengatakan pekan lalu bahwa Sinovac diperkirakan akan mempublikasikan hasil keefektifan dari uji coba vaksinnya pada 15 Desember. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG