Jumat, 28 Nopember 2014 Waktu UTC: 02:58

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Usai Pemogokan, Harian Tiongkok Terbitkan Edisi Mingguan

Harian Southern Weekly yang berbasis di Guangzhou menerbitkan edisi mingguannya sesuai jadwal, tetapi mendesak Beijing mereformasi kebijakan sensor medianya.

Seorang warga di Guangzhou menunjukkan edisi terbaru harian Southern Weekly setelah berakhirnya pemogokan para wartawan (10/1).
Seorang warga di Guangzhou menunjukkan edisi terbaru harian Southern Weekly setelah berakhirnya pemogokan para wartawan (10/1).
Suratkabar Tiongkok yang para wartawannya melakukan pemogokan untuk memrotes penyensoran pemerintah telah menerbitkan edisi mingguannya sesuai dengan jadwal, tetapi mendesak Beijing agar mereformasi kebijakan pengawasan medianya.

Southern Weekly yang berbasis di Guangzhou telah dijual di beberapa daerah negara itu hari Kamis, setelah adanya laporan bahwa persetujuan sementara telah dicapai antara para pejabat Partai Komunis dan redaksi suratkabar itu.

Edisi terbaru itu tidak menyebut langsung mengenai sengketa tersebut. Tetapi, dalam satu tanda terus adanya pertentangan, suratkabar itu memuat tajuk yang mengatakan cara Beijing membatasi media harus disesuaikan dengan zaman dan menghimbau agar media yang wajar dan konstruktif dilindungi.

Sementara itu, para pemrotes berkumpul untuk hari ke-empat berturut-turut di luar gedung suratkabar yang dijaga ketat itu, sebuah langkah yang tampaknya ditujukan untuk menguji kesabaran pihak berwenang. Paling sedikit dua demonstran dibawa pergi oleh polisi berpakaian preman. Para wartawan juga diusir dari gedung itu hari Kamis.

Protes terus berlanjut di media sosial, di mana banyak artis Tiongkok dan tokoh terkenal telah menyatakan dukungan pada suratkabar itu, walaupun ada usaha untuk membatasi diskusi mengenai hal tersebut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook