Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 10:28

    Berita / Indonesia

    Tuntutan Warga Banda Aceh Atas Pengeras Suara Masjid Terpenuhi

    Meski dipaksa mencabut tuntutan dan mendapat ancaman, seorang warga Aceh berhasil membuat sebuah masjid mengecilkan volume pengeras suara.

    Warga shalat bersamadi luar sebuah masjid di Banda Aceh. (Foto: Dok)
    Warga shalat bersamadi luar sebuah masjid di Banda Aceh. (Foto: Dok)
    Seorang warga Banda Aceh mengatakan Senin (25/2) bahwa ia telah mendapat kemenangan langka melawan masjid dengan pengeras suara berlebihan, meski dipaksa mencabut tuntutan hukum setelah diserbu massa yang mengancam untuk membunuhnya.

    Keluhan akan pengeras suara untuk panggilan shalat, atau azan, biasanya mendapat perlawanan di Indonesia, yang memiliki sekitar 800.000 masjid.

    Ketika Sayed Hassan, 75, mengajukan tuntutan ke pengadilan Banda Aceh Desember lalu, karena merasa terganggu dengan suara rekaman pembacaan Quran yang berlarut-larut, ia menghadapi protes keras dari masyarakat.

    Namun Sayed, yang seorang Muslim, mengatakan bahwa meski ia dibawa menghadap wakil walikota dan para ulama, kemudian diseret ke pengadilan dan dipaksa mencabut tuntutannya, pada akhirnya ia meraih kemenangan.

    “Saya dipaksa menarik tuntutan saya karena massa yang marah mengancam membunuh saya,” ujarnya. “Namun setelah saya mencabut kasus tersebut, volume suara masjid turun setengahnya.”

    Seorang tokoh agama lokal mengatakan bahwa imam masjid memutuskan mengurangi volume pengeras suara. (AFP)

    Lihat Juga

    PBB: Jumlah Korban Tewas di Laut Tengah Naik Drastis Pekan Lalu

    Sekitar 880 migran dan pengungsi dilaporkan tewas ketika berupaya menyeberangi Laut Tengah selama pekan lalu. Selengkapnya

    Trump Kumpulkan $5,6 Juta untuk Kelompok Veteran AS

    Calon presiden Partai Republik Donald Trump mengatakan, sumbangan bernilai 5,6 juta dolar itu bisa bertambah dan “tidak satu dolarpun ” diambil sebagai biaya administratif. Selengkapnya

    Kerry Menuju Paris untuk Mulai Lagi Pembicaraan Timur Tengah

    Ada secercah harapan bagi perdamaian di Timur Tengah, dengan pernyataan Menteri Pertahanan baru Israel, Avigdor Lieberman yang mendukung solusi "dua negara untuk dua bangsa." Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Anonim
    08.03.2013 07:45
    memang kalau pengeras suara harus dikurangi, kayak orang tuli aja, hormati anak -anak yang ingin belajar pada sore menjelang malam ( 18.00-20.00) , sangat bising. jangan menang sendiri lihat sekitar kita, kadang pemeluknya sendiri merasa kesal karena sejumlah oknum.


    oleh: Anonim
    01.03.2013 11:36
    memang volume suara dari rumah ibadah sudah perlu diatur dalam undang undang


    oleh: Anonim
    27.02.2013 09:18
    Bagus itu. Mestinya semua masjid di seluruh Indobnesia juga mengurangi volumenya!!!

    Ikuti Kami