Kamis, 31 Juli 2014 Waktu UTC: 15:32

Berita / Indonesia

100 Kasus Kebakaran di Jakarta Sejak Januari

Sejak Januari 2012 sudah tercatat 100 insiden kebakaran di Jakarta yang disebabkan arus listrik pendek hingga ledakan tabung gas.

Reruntuhan bangunan karena kebakaran di daerah Kapuk Muara, Jakarta. (Foto: VOA/Andylala Waluyo)
Reruntuhan bangunan karena kebakaran di daerah Kapuk Muara, Jakarta. (Foto: VOA/Andylala Waluyo)
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto kepada VoA mengatakan selama ramadan hingga setelah perayaan Idul Fitri terjadi lebih dari 60 peristiwa kebakaran yang disebabkan antara lain oleh korsleting listrik dan ledakan tabung gas.

“Penyebab lainnya adalah puntung rokok, petasan, pembakaran sampah, keteledoran penggunaan alat-alat listrik, tambal ban yang dekat dengan penjualan bensin eceran, dan lain-lain. Namun untuk lebih memastikan lagi, tim gabungan penyidik Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sedang menyelidiki kasus kebakaran ini,” ujarnya pekan lalu.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menunjukkan ada 80 hingga 100 peristiwa kebakaran di hampir seluruh wilayah Jakarta sejak Januari 2012. Pihak pemadam kebakaran mengaku banyak mengalami kendala di lapangan saat berusaha memadamkan api. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin kepada VoA mengatakan selain lokasi pemukiman padat penduduk yang sulit dijangkau, lemahnya koordinasi intansi terkait seperti Satpol PP dan kepolisian dengan pihaknya juga terjadi di lapangan, sehingga pemadaman api menjadi terhambat.

“Untuk mencapai TKP di lapangan, kita kerap menemui hambatan yaitu [padatnya] lalu lintas menuju lokasi. Di samping itu juga koordinasi terkait dengan instansi terkait perlu dimatangkan ke depannya. Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja [bekerja] untuk pengamanan setempat di sekitar lokasi kebakaran,” ujar Paimin.

Ahli tata kota Yayat Supriatna dari Universitas Trisakti Jakarta memperkirakan pemasangan instalasi listrik yang tak sesuai prosedur adalah pemicu utama kebakaran yang marak terjadi di Jakarta. Kesalahan pemasangan instalasi listrik itu sangat berpotensi menimbulkan arus pendek atau korsleting ketika konsumsi listrik meningkat. Ia menilai wajar apabila pada bulan Ramadan banyak terjadi kebakaran, karena pemakaian listrik rumah tangga lebih banyak dibanding hari biasa, apalagi bulan Ramadan tahun ini berlangsung di tengah musim kemarau yang panas.

“Udara panas mengakibatkan kebutuhan akan listrik semakin meningkat. Dan kalau dilihat rata-rata penyebab kebakaran itu lebih dari 60 persen disebabkan korsleting listrik, yang menunjukkan ada kesalahan prosedur dalam pemasangan listrik di pemukiman padat penduduk di Jakarta. Hal itu ditambah dengan lemahnya pengawasan dari institusi yang bertanggung jawab terhadap sistim pemasangan jaringan listrik dan pengawasan dari tata kelola lingkungannya,” ujarnya.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, kebakaran di wilayah DKI Jakarta dari Januari hingga 24 Agustus kemarin telah memakan korban jiwa, tercatat sebanyak 31 orang tewas dan 73 orang lainnya luka-luka.

Sementara itu selama bulan puasa hingga setelah Idul Fitri, kebakaran terus terjadi di Jakarta. Empat hingga lima titik kebakaran terjadi di Jakarta hampir setiap harinya. Dari data yang VOA himpun, lebih kurang ada 800 lebih keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook