Senin, 30 Mei 2016 Waktu: 05:58

    Berita / AS

    Proyeksi Tunjukkan Obama Terpilih Kembali

    Proyeksi menunjukkan Presiden Barack Obama terpilih kembali untuk kedua kalinya, setelah mendapat lebih dari 270 suara elektoral.

    Para pendukung Barack Obama bersorak setelah mendapat berita bahwa Presiden terpilih kembali. (Reuters/Jeff Haynes)
    Para pendukung Barack Obama bersorak setelah mendapat berita bahwa Presiden terpilih kembali. (Reuters/Jeff Haynes)
    Proyeksi dari jaringan televisi menunjukkan bahwa Presiden Barack Obama telah terpilih kembali, mengalahkan penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney, dalam pertarungan yang ketat dan sengit.

    Para pendukung Obama melambaikan bendera dan bersorak atas berita tersebut, yang datang setelah data menunjukkan ia mendapat 303 suara elektoral, atau lebih dari 270 suara minimum yang diperlukan untuk memenangkan pemilihan umum. Romney mendapat 203 suara.

    Staff kampanye Obama menulis di Twitter “Four more years,” (empat tahun lagi) dan menyertainya dengan foto Presiden memeluk istrinya, Michelle. Gedung Empire State di New York City diselimuti cahaya biru, warna Partai Demokrat.

    Obama menonton kemenangannya dari televisi di rumah pribadinya di Chicago. Pejabat strategi kampanye senior David Axelrod mengatakan lewat surat elektronik bahwa ia merasa “sangat bahagia.”

    Proyeksi-proyeksi tersebut mengatakan Obama menang di Distrik Columbia dan 24 negara bagian, termasuk negara bagian kunci Ohio, Iowa, New Hampshire dan Pennsylvania. Romney unggul di 23 negara bagian, termasuk North Carolina dan Indiana, yang keduanya mendukung Obama pada pemilu lalu. Negara bagian kunci Florida dan Virginia masih terlalu ketat perolehan suaranya untuk diputuskan.

    Meski Romney akhirnya menang di Ohio dalam perhitungan akhir, Obama tetap akan menang dengan 272 suara elektoral.

    Setelah berkampanye satu setengah tahun, menjalani tiga debat dan ribuan iklan kampanye televisi, survei-survei sebelum pemilu menunjukkan bahwa kedua kandidat seri.

    Pemilihan presiden AS tidak diputuskan oleh suara populer nasional, namun oleh sistem Electoral College yang dibuat 200 tahun lalu, dimana masing-masing 50 negara bagian memiliki pengaruh tergantung pada jumlah penduduk.

    Para pemilih juga memilih 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 33 dari 100 anggota Senat.

    Proyeksi menunjukkan bahwa Partai Republik akan menguasai Dean sementara Demokrat mengontrol Senat.

    Dalam masa jabatan keduanya, Obama akan menghadapi tugas sulit membereskan defisit tahunan US$1 triliun, mengurangi utang nasional $16 trilion, merombak program sosial berbiaya tinggi dan menghadapi kebuntuan Kongres AS yang sepertinya masih terbagi dua antara Demokrat dan Republik. (VOA/Reuters)

    Lihat Juga

    Keluarga Sopir Taksi Pakistan yang Tewas Gugat Pejabat AS

    Keluarga seorang sopir taksi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Amerika pekan lalu terhadap pemimpin Taliban Afghanistan, telah dengan resmi mengadukan para pejabat Amerika yang tidak disebut namanya kepada kepolisian. Selengkapnya

    Pasukan Keamanan Irak Kepung Fallujah

    Fallujah, satu basis Sunni, telah dikuasai ISIS lebih lama daripada kota lain di Irak, dan laskarnya diyakini telah sangat bercokol kuat di kota tersebut. Selengkapnya

    WHO: Afrika Barat Lebih Mampu Tanggulangi Wabah Masa Depan

    Ebola telah membunuh lebih dari 11 ribu orang dalam 3 negara Afrika Barat yang paling berat dilanda wabah itu sebelum waktunya WHO menyatakan penularan virus Ebola sudah berakhir menjelang akhir tahun lalu. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami