Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 19:53

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Panel di India Serukan UU Penyerangan Seksual Baru

Ketua panel mengimbau kepada parlemen India untuk menerapkan hukuman yang lebih berat dan penuntutan yang lebih cepat terhadap kasus perkosaan.

Para pelajar dan mahasiswa perempuan di India melakukan unjuk rasa menuntut hukuman keras kepada tersangka kasus perkosaan di New Delhi (foto: dok).
Para pelajar dan mahasiswa perempuan di India melakukan unjuk rasa menuntut hukuman keras kepada tersangka kasus perkosaan di New Delhi (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Sebuah panel pemerintah India mengimbau penegakan tegas undang-undang penyerangan seksual, hukuman penjara yang lebih lama dan perubahan atas kode hukum India yang sudah usang untuk melindungi perempuan, pasca perkosaan beramai-ramai bulan lalu di New Delhi.

Ketua panel – yang beranggotakan tiga orang itu – JS Verma mengatakan hukuman yang lebih berat dan penuntutan yang lebih cepat akan menjadi penghalang bagi para calon pendukung, dan ia berharap parlemen India akan mengambil tindakan atas usul legislatif yang ditawarkan panel tersebut.

Undang-undang di India umumnya – termasuk mengenai perkosaan – di bawah aturan kolonial Inggris. Undang-undang itu saat ini menetapkan para pemerkosa seharusnya dijatuhui hukuman tujuh tahun penjara dan maksimal seumur hidup – namun dalam prakteknya hukumannya diubah menjadi 10 hingga 14 tahun. Mereka yang didapati bersalah melakukan perkosaan beramai-ramai diancam hukuman minimal 10 tahun penjara dan hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Panel itu merekomendasikan agar para penegak hukum dan pejabat-pejabat lain yang gagal bertindak terhadap kejahatan yang menarget kaum perempuan – dijatuhi hukuman. Panel itu juga mengimbau pembaruan cara polisi memperlakukan korban perkosaan, menghentikan intervensi politik dalam kasus-kasus kejahatan seksual dan melarang pemeriksaan vagina yang traumatis pada korban-korban perkosaan.

Berbagai organisasi perempuan mengatakan masalah yang paling keterlalu adalah pemeriksaan medis itu dilakukan untuk memastikan apakah perempuan tersebut aktif secara seksual. Ini kerap dijadikan sebagai bukti kesediaan melakukan hubungan seksual.

Tewasnya korban perkosaan beramai-ramai bulan lalu akibat luka-luka yang dideritanya, memicu kemarahan di seluruh pelosok India. Panel tersebut menerima lebih dari 80 ribu saran dari masyarakat bagi perombakan menyeluruh dalam perlakuan sistem pengadilan pidana tersebut atas kekerasan terhadap perempuan.  

Kaum perempuan India mengatakan mereka begitu takutnya dengan tindakan meraba-raba di depan publik dan bentuk-bentuk pelecehan seksual lain, sehingga banyak diantara mereka hanya keluar rumah pada siang hari dan membawa benda-benda tajam untuk melindungi diri.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya