Kamis, 27 Nopember 2014 Waktu UTC: 20:39

Berita / AS

Menhan AS: Masalah Etika Terkait Pimpinan Militer AS Bukan Sistemik

Panetta mengatakan rangkaian masalah di kalangan panglima militer AS harus ditelaah untuk memastikan bahwa para jenderal mematuhi standar etika tertinggi.

Menhan AS Leon Panetta mengatakan masalah etika terkait panglima senior di militer AS bukan masalah sistemik dalam tubuh militer (foto: dok).
Menhan AS Leon Panetta mengatakan masalah etika terkait panglima senior di militer AS bukan masalah sistemik dalam tubuh militer (foto: dok).
Menteri Pertahanan Leon Panetta memberitahu VOA rangkaian masalah etika di kalangan para panglima senior akhir-akhir ini bukan tanda masalah sistemik dalam kemiliteran Amerika.

Dalam wawancara eksklusif dengan koresponden VOA di Pentagon Luis Ramirez, Panetta mengatakan tentara Amerika perlu meninjau kembali pelatihan etikanya.

Sekarang ini, komandan tertinggi tentara Amerika di Afghanistan, Jenderal John Allen, disidik atas kemungkinan melakukan komunikasi tidak layak dengan seorang perempuan yang terkait dengan skandal seks menyangkut mantan direktur CIA David Petraeus. Petraeus yang mengundurkan diri pekan lalu setelah mengaku berselingkuh, juga seorang jenderal purnawirawan.

Kementerian Pertahanan Amerika dilanda serangkaian skandal yang melibatkan pejabat tinggi selama setahun ini. Para perwira senior disidik karena perselingkuhan, beristri dua, sodomi, penggunaan dana secara tidak layak, dan perilaku lain.

Panetta mengatakan, meskipun sebagian besar jenderal dan Laksamana di Amerika tidak bermasalah, masalahnya harus ditelaah untuk memastikan bahwa para jenderal mematuhi standar etika tertinggi.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Abraham dari: Jakarta-Indonesia
15.11.2012 17:00
Teringat saya kalimat ini datang dari para koemdian: membuat orang tertawa itu susah, tapi ada resepnya, yaitu: bicarakan apa yang orang belum tau, nanti penonton akan tertawa. Tentang soal etika dan moral, seharusnya sdh menuntun para jenderal dari dulu, sehingga mereka bisa sampai berpangkat dan berjabatan tinggi seperti sekarang. Jika kini beberapa jenderal dgn jabatan strategisdan tinggi pula melakukan pelanggaran, orang tidak akan bisa tertawa, justru marah, dan prihatin, sambil bertanya, koq bisa gitu, jatuh gara-gara perlakuan salah secara seksual????Ini yang harus diintrospeksi, soal yang "kecil" tapi dampaknya sampai harus malu, dan minta berhentik....Sekali lagi ingat, tragedi perselingkuhan yang terjadi sudah umum terjadi di seantero dunia, sehingga orang tak akan merasa lucu, lalu tertawa. Tapi, tragedi yang sekarang sungguh2 serius.....

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook