Kamis, 23 Oktober 2014 Waktu UTC: 01:38

Berita / Ekonomi

Bank Dunia: Ekonomi Global Masih Rapuh

Bank Dunia mengatakan, empat tahun setelah dimulainya krisis keuangan global, ekonomi global masih tetap dalam kondisi rapuh.

Menurut Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, ketidakpastian pemulihan ekonomi global meredupkan prospek perbaikan cepat dan kembali kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Menurut Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, ketidakpastian pemulihan ekonomi global meredupkan prospek perbaikan cepat dan kembali kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Joe de Capua
Laporan Prospek Ekonomi Global terbaru mengatakan pemulihan ekonomi bukan hanya rapuh, tetapi tidak pasti. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan “kondisi itu meredupkan prospek perbaikan cepat dan kembali kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.”
 
Ekonom senior Allen Dennis, yang membantu menyusun laporan itu, mengatakan, “Tahun 2012, pertumbuhan masih sekitar 2,3 persen, relatif lebih rendah dibandingkan dengan tingkat sebelum krisis.”
 
Bank Dunia tidak memperkirakan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi tahun ini.
 
Dennis mengatakan, “Kita masih mengalami pertumbuhan yang rendah, bahkan untuk tahun 2013 sekitar 2,4 persen. Jadi, kita berada dalam masa pertumbuhan yang lemah. Sebagian, itu disebabkan oleh kesulitan-kesulitan yang dihadapi negara-negara berpendapatan tinggi.”
 
Keputusan-keputusan ekonomi yang diambil di Amerika dan Eropa bisa dengan mudah berdampak pada pemulihan ekonomi dunia. Perdebatan dan perundingan terus berlangsung mengenai utang dan pengurangan anggaran serta apakah pengurangan anggaran bisa mengakibatkan resesi lain. “Kekuatan terbesar yang memperlambat ekonomi global sesungguhnya berasal dari zona Euro, dan, sebagian, terkait dengan isu penyesuaian fiskal yang perlu dan penting di sana,” papar Dennis lagi.
 
Namun, Dennis mengatakan perdebatan panas mengenai usaha menaikan pagu utang Amerika berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Amerika dan negara-negara berkembang. Pagu utang harus dinaikkan agar pemerintah Amerika bisa membayar program-programnya. Jika tidak, Amerika bisa gagal membayar utang dan itu bisa mengakibatkan pukulan besar terhadap posisi keuangan dan peringkat kreditnya.Namun, isu itu menjadi bahan tawar menawar dalam pembahasan masalah anggaran. “Asumsi kami adalah mereka yang membahas masalah itu akan mencapai sejenis penyelesaian. Kami memperkirakan tidak akan akan penyesuaian fiskal atau pengurangan anggaran yang besar di Amerika. Dengan kata lain, kami mengasumsikan isu itu akan dibahas dalam kurun waktu yang lebih lama, dan tidak akan diselesaikan dalam jangka pendek,” tuturnya.
 
Dalam empat tahun terakhir, negara-negara berkembang, khususnya di sub-Sahara Afrika telah menjadi kawasan yang ekonominya cerah. Negara-negara itu memperlihatkan ketangguhan terhadap berbagai gejolak. Bank Dunia mengatakan, itu karena kebijakan fiskal dan moneter yang mereka jalankan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook