Tautan-tautan Akses

Warren Buffett Borong Saham Apple


CEO dan Kepala Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dalam wawancara dengan Fox di Omaha, Nebraska. (Foto: Dok)

CEO dan Kepala Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dalam wawancara dengan Fox di Omaha, Nebraska. (Foto: Dok)

Pembelian besar tersebut dan peningkatan harga saham sesudahnya membuat Apple, setidaknya sementara ini, menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, menggantikan Alphabet.

Investor miliarder Warren Buffett tampaknya telah menyuntikkan kepercayaan diri kepada saham Apple yang menurun.

Perusahaan yang ia kelola, Berkshire Hathaway, membeli 9,8 juta lebih saham raksasa teknologi itu, menurut dokumen-dokumen regulator yang dirilis Senin (16/5).

Harga rata-rata yang dibayarkan adalah US$109 (sekitar Rp 1,45 juta) per saham.

Saham-saham Apple turun 14 persen sepanjang tahun ini, dan Buffett sendiri menghadapi kerugian dari pembelian tersebut karena saham-saham itu saat ini seharga hanya $90 lebih.

Saham-saham itu naik 2 persen pada awal perdagangan Senin berkat berita tentang Buffett.

Investor miliarder itu biasa membeli saham-saham teknologi yang sudah dihindari, lebih memilihnya daripada saham perusahaan-perusahaan 'blue chip' seperti Kraft Heinz, Wells Fargo dan Coca-Cola.

Meski pembelian senilai hampir $1 miliar, namun paparan Buffett terhadap Apple relatif kecil menurut standarnya.

Ia memiliki saham-saham IBM, yang ia beli dalam beberapa tahun terakhir, dan ia dilaporkan akan mendukung penawaran untuk membeli Yahoo.

Langkah Buffett merupakan kebalikan dari investor Carl Icahn, yang baru-baru ini menjual seluruh saham perusahaannya di Apple. Icahn dilaporkan prihatin dengan perusahaan itu yang menghadapi persaingan sulit di pasar China yang terus tumbuh.

Pembelian besar tersebut dan peningkatan harga saham sesudahnya membuat Apple, setidaknya sementara ini, menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, menggantikan Alphabet, perusahaan induk Google. [hd/dw]

XS
SM
MD
LG