Tautan-tautan Akses

AS

Perusahaan-perusahaan Besar AS Simpan Laba $2,1 Triliun di Luar Negeri untuk Hindari Pajak


Apple Operations International, anak perusahaan Apple Inc, di Hollyhill, Cork, Irlandia selatan. (Reuters/Michael MacSweeney)

Apple Operations International, anak perusahaan Apple Inc, di Hollyhill, Cork, Irlandia selatan. (Reuters/Michael MacSweeney)

Perusahaan-perusahaan itu secara kolektif berutang pajak sekitar $620 miliar jika dana itu dipulangkan, menurut sebuah studi yang dirilis Selasa (6/10).

Perusahaan-perusahaan terbesar di Amerika menyimpan laba terakumulasi lebih dari US$2,1 triliun di luar negeri untuk menghindari pajak di AS, dan secara kolektif berhutang pajak sekitar $620 miliar jika dana itu dipulangkan, menurut sebuah studi yang dirilis Selasa (6/10).

Studi tersebut, dilakukan oleh dua kelompok nirlaba berhaluan sedikit kiri, menemukan bahwa hampir tiga perempat dari perusahaan-perusahaan dalam daftar Fortune 500, yaitu perusahaan-perusahaan terbesar AS berdasarkan pendapatan kotor, mengoperasikan anak-anak perusahaan surga pajak di negara-negara seperti Bermuda, Irlandia, Luksemburg dan Belanda.

Kelompok Citizens for Tax Justice dan U.S. Public Interest Research Group Education Fund menggunakan dokumen-dokumen finansial perusahaan di Komisi Sekuritas dan Saham untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan tersebut.

Perusahaan teknologi Apple menyimpan $181,1 miliar di luar negeri, lebih dari perusahaan AS yang lain, dan berhutang sekitar $59,2 miliar untuk pajak di AS jika mencoba membawa uang itu kembali ke Amerika dari tiga surga pajak di luar negeri, menurut studi tersebut.

Konglomerasi General Electric telah mencatat $119 miliar dana di 18 surga pajak di luar negeri, perusahaan piranti lunak Microsoft memiliki $108,3 miliar di lima anak perusahaan di surga pajak dan perusahaan farmasi Pfizer menaruh $74 miliar di 151 anak perusahaan, menurut studi itu.

"Sedikitnya 358 perusahaan, hampir 72 persen dari Fortune 500, mengoperasikan anak perusahaan di yurisdiksi surga pajak pada akhir 2014," tulis studi itu. "Ke-358 perusahaan itu mempertahankan sedikitnya 7.622 anak perusahaan surga pajak."

Perusahaan-perusahaan Fortune 500 memegang lebih dari $2,1 triliun laba terakumulasi untuk menghindari pajak, dengan hanya 30 perusahaan mencakup $1,4 triliun dari jumlah tersebut, atau 65 persen, menurut studi tersebut.

Sebanyak 57 perusahaan mengungkapkan bahwa mereka harus membayar gabungan $184,4 miliar tambahan pajak di AS jika laba mereka tidak disimpan di luar negeri. Dokumen-dokumen mereka mengindikasikan mereka membayar sekitar 6 persen untuk pajak di luar negeri, dibandingkan dengan tingkat pajak korporat AS sebesar 35 persen, menurut laporan tersebut.

"Kongres dapat dan seharusnya mengambil tindakan keras untuk mencegah korporasi menggunakan surga pajak di luar negeri, yang pada akhirnya akan mengembalikan keadilan dasar untuk sistem pajak, mengurangi defisit dan memperbaiki fungsi pasar," menurut kesimpulan studi tersebut. [hd/eis]

XS
SM
MD
LG