Tautan-tautan Akses

Warga Tibet di Asia dan Eropa Demo Anti Kekuasaan China


Ketua Abbot dari kekaisaran Kirti Monastery, Kyabje Kirti Rinpoche, empat dari kanan, memimpin pawai warga Tibet dan para pendukungnya dalam aksi unjuk rasa di Brussels (10/3).

Ketua Abbot dari kekaisaran Kirti Monastery, Kyabje Kirti Rinpoche, empat dari kanan, memimpin pawai warga Tibet dan para pendukungnya dalam aksi unjuk rasa di Brussels (10/3).

Warga Tibet di pengasingan berdemo di seluruh Asia dan Eropa dalam peringatan 54 tahun dimulainya pemberontakan melawan kekuasaan China, Minggu (10/3).

Di Dharamsala, India, pusat pemerintahan Tibet di pengasingan – polisi setempat menghalangi seorang pria yang berupaya membakar diri, ketika ratusan orang Tibet berkumpul untuk memperingati pemberontakan tahun 1959 yang tidak berhasil itu.

Aksi unjuk rasa juga terjadi di New Delhi dan Taiwan menentang kekuasaan China di Tibet.

Namun, di Nepal kehadiran polisi yang besar di Kathmandu menghambat demonstran turun ke jalan-jalan. Sekitar 20 ribu warga Tibet tinggal di Nepal, dan negara itu sangat ditekan oleh Beijing karena banyaknya warga Tibet di pengasingan disana.

Ribuan warga Tibet dari seluruh Eropa berpawai di Brussels untuk mendesak Uni Eropa agar berdialog dengan China untuk mengakhiri penindasannya dan mewujutkan perdamaian di tanah air mereka yang disengketakan.
XS
SM
MD
LG