Tautan-tautan Akses

Elit Wall Street Tersentak dengan Kemenangan Trump


Situasi di Bursa Efek New York (7/11). (AP/Richard Drew)
Situasi di Bursa Efek New York (7/11). (AP/Richard Drew)

Pernyataan-pernyataan Trump mengenai sektor keuangan telah membingungkan Wall Street.

Dari apartemen penthouse yang mewah di wilayah Upper East Side sampai bar-bar di pusat Manhattan, komunitas finansial New York menyaksikan dengan cemas hari Rabu (9/11) saat kandidat Partai Republik Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Atmosfer pesta dengan segera memudar saat para donor dan para pendukung Hillary Clinton menyadari bahwa kandidat Partai Demokrat itu, pilihan yang lebih disukai Wall Street kaerna ia mewakili status quo, telah kalah.

Banyak yang kehilangan kata-kata.

"Tidak banyak yang bisa dikatakan," ujar Marc Lastry, miliarder yang merupakan investor kredit.

Pernyataan-pernyataan Trump yang tak dapat diduga dan penolakannya terhadap perjanjian-perjanjian perdagangan bebas telah membuat taipan real estat itu tidak populer di tengah banyak pemodal, yang takut ia dapat mengganggu perdagangan global dan merusak hubungan geopolitik.

Nilai dolar AS anjlok dan saham-saham turun karena para investor menghindari aset-aset berisiko. Perdagangan indeks S&P 500 jatuh.

Pernyataan-pernyataan Trump mengenai sektor keuangan telah membingungkan Wall Street.

Di satu sisi, ia telah berjanji untuk membongkar banyak regulasi yang diberlakukan setelah krisis finansial, yang dikenal sebagai undang-undang reformasi Dodd-Frank Wall Street. Di sisi lain, ia telah menyerukan versi "abad 21" dari aturan Glass-Steagall 1933 yang mewajibkan pemisahan perbankan komersial dan investasi.

Trump tidak mengatakan versi seperti apa yang akan berlaku. Ia hanya mengatakan akan memprioritaskan "bantuan agar bisnis-bisnis Afrika-Amerika mendapatkan kredit yang dibutuhkan."

"Terkadang ia sangat mengkritik bank-bank. Namun kemudian makalah kebijakannya mengatakan ia ingin melakukan deregulasi perbankan. Kedua hal itu tidak 'nyambung'. Tapi siapa yang tahu apa yang betul-betul ia pikirkan. Dan kita tidak akan tahu sampai ia melakukannya."

Bagi para pendukung Trump yang bekerja di Wall Street, kemenangannya adalah sebuah balas dendam.

Matthew Tyrmand, investor privat dan kontributor laman Breitbart News, mengatakan Trump akan menjadi kabar baik bagi pasar-pasar karena ia paham manfaat membiarkan bisnis gagal. Ia memperkirakan pasar-pasar ekuitas akan mengalami koreksi panjang sebelum pulih.

"Kita akan lebih sehat dalam jangka panjang," ujarnya.

Pendukung Trump, Steven Chiavarone, manajer portfolio untuk Federated Global Investment Management Corp, dana yang berinvestasi dalam saham, obligasi dan mata uang global, mengatakan kisaran pasar tidak seharusnya dilihat sebagai awal kehancuran.

"Dunia tidak berakhir. Dengan asumsi bahwa kapitalisme bertahan, kita akan melalui ketidakstabilan ini dan menemukan peluang," ujarnya. [hd]

XS
SM
MD
LG