Tautan-tautan Akses

AS

Donald Trump Terpilih Sebagai Presiden AS Ke-45

  • Associated Press

Presiden terpilih AS, Donald Trump, bersama putranya Barron dan istrinya Melania di Manhattan, New York (9/11). (Reuters/Carlo Allegri)

Presiden terpilih AS, Donald Trump, bersama putranya Barron dan istrinya Melania di Manhattan, New York (9/11). (Reuters/Carlo Allegri)

Donald Trump mengklaim posisinya hari Rabu (9/11) sebagai presiden Amerika Serikat ke-45, sebuah kemenangan menakjubkan bagi pengusaha selebriti dan politisi pemula yang mengkapitalisasi kegelisahan pemilih mengenai ekonomi, memanfaatkan ketegangan rasial dan menghindari serangkaian tuduhan serangan seksual dalam perjalanannya menuju Gedung Putih.

Kemenangannya atas Hillary Clinton, yang tidak diumumkan sampai setelah tengah malam, akan mengakhiri dominasi Partai Demokrat selama delapan tahun di Gedung Putih dan mengancam penghapusan pencapaian-pencapaian besar dari Presiden AS Barack Obama.

Trump telah berjanji untuk bertindak cepat untuk mencabut undang-undang perawatan kesehatan Obama, mencabut kesepakatan nuklir Amerika dengan Iran, dan menyusun kembali perjanjian-perjanjian perdagangan penting dengan negara-negara lain, terutama Meksiko dan Kanada.

Dalam pidato kemenangannya, Trump menyeru rakyat Amerika untuk bersatu setelah kampanye yang sangat memecah belah.

Ia mengatakan bahwa ia telah berbicara lewat telepon dengan Clinton dan mereka telah bertukar ucapan selamat atas kompetisi yang berat ini. Trump, yang menghabiskan sebagian besar kampanye untuk mendorong para pendukungnya untuk memenjarakan Clinton, mengatakan bangsa itu berutang "terima kasih yang sangat besar" atas layanan publik selama bertahun-tahun.

Kandidat Republik itu mendobrak dinding Demokrat yang telah berdiri sejak lama, meraih suara di Pennsylvania dan Wisconsin, yang merupakan negara-negara bagian yang tidak memilih kandidat presiden Partai Republik sejak 1980an. Ia memerlukan kemenangan di hampir semua negara yang diperebutkan, dan ia melakukannya, mengklaim suara mayoritas di Florida, Ohio, North Carolina dan yang lainnya.

Pasar-pasar saham global dan perdagangan saham AS anjlok, merefleksikan kekhawatiran investor akan arti kepresidenan Trump terhadap ekonomi dan perdagangan.

Para pendukung kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump bersorak atas kemenangannya dalam acara di New York (9/11). (AP/John Locher)

Para pendukung kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump bersorak atas kemenangannya dalam acara di New York (9/11). (AP/John Locher)

Sebagai pengembang real estat New York yang tinggal di gedung apartemen mewah di Manhattan, Trump membentuk hubungan yang kuat dengan warga Amerika kulit putih kelas pekerja yang merasa tertinggal di tengah ekonomi yang berubah dan negara yang semakin beragam.

Ia menuding imigrasi, baik dari Amerika Latin dan Timur Tengah, sebagai akar masalah-masalah yang menggerogoti banyak warga Amerika dan menyentuh ketakutan akan terorisme yang menyebar di dalam dan luar negeri.

Trump akan menjabat dengan Kongres yang diperkirakan akan secara sepenuhnya di bawah kontrol Partai Republik. Para kandidat Senat Republik mengalahkan para penantang Demokrat di negara-negara bagian kunci dan tampaknya akan mempertahankan suara mayoritas. Partai Republik juga mempertahankan dominsi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Kontrol di Senat berarti bahwa Trump akan mendapatkan keleluasaan besar dalam menunjuk hakim-hakim Mahkamah Agung, yang berarti pergeseran ke kanan yang akan bertahan selama puluhan tahun.

Trump membalikkan konvensi politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dalam perjalanannya menuju Gedung Putih, melontarkan penghinaan pribadi yang kasar kepada para pesaingnya, menganggap para imigran Meksiko pemerkosa dan pembunuh, dan bersumpah akan secara sementara menangguhkan imigrasi Muslim ke AS.

Ia tidak pernah merilis laporan pajaknya, memutuskan tradisi kampanye puluhan tahun, dan menghindari data kuat dan upaya lapangan yang membantu Obama memenangkan dua periode di Gedung Putih. Ia sebaliknya mengandalkan kampanye-kampanye besar dan bebas untuk mendorong semangat pendukung. Kampanyenya seringkali berakhir kacau dan ia merotasi tiga manajer kampanye tahun ini.

Manajer kampanye terakhirnya, Kellyanne Conway, memuji prestasi timnya saat hasil pemilihan presiden bergulir, menulis di Twitter bahwa "penggalangan massa itu berarti" dan "kita memperluas peta."

Clinton menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperingatkan para pemilih bahwa Trump tidak layak dan tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi presiden. Namun mantan senator dan menteri luar negeri itu kesulitan untuk mengartikulasi alasan jelas untuk pencalonannya sendiri.

Atmosfer di kubu Clinton tampak muram saat malam semakin larut, dengan sejumlah pendukung pergi, sementara yang lainnya menangis dan berpelukan. Para pejabat kampanye berhenti membalas telepon dan SMS, saat Clinton dan keluarganya tinggal di sebuah hotel mewah untuk menonton mereka yang kembali.

Pada pukul 2 dini hari, ketua kampanye Clinton, John Podesta, mengatakan kepada kerumunan orang untuk pulang.

"Kita masih menghitung suara dan setiap suara harus dihitung," ujarnya. Namun Clinton kemudian mengaku kalah.

Trump akan mewarisi bangsa yang gelisah, sangat terbelah oleh peluang ekonomi dan pendidikan, ras dan budaya.

Jajak-jajak pendapat di TPS menggarisbawahi perpecahan itu. Para perempuan di seluruh negeri mendukung Clinton dengan margin dua digit, sementara para laki-laki secara signifikan lebih mendukung Trump. Lebih dari setengah pemilih kulit putih mendukung kandidat Republik itu, sementara hampir 9 dari 10 orang kulit hitam dan dua pertiga warga Hispanik memberikan suaranya untuk Demokrat.

Doug Ratliff, seorang pengusaha berusia 67 tahun dari Richlands, Virginia, mengatakan pemilihan Trump merupakan salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

"Negara ini tidak punya harapan selama ini," ujar Ratliff, yang memiliki pertokoan di sebuah daerah yang terpukul parah oleh kejatuhan industri batu bara.

"Situasi akan berubah. Saya tahu dia tidak akan sempurna. Tapi ia punya hati. Dan ia memberikan orang-orang harapan."

Trump telah berjanji untuk melakukan serangkaian perubahan yang akan menyapu kebijakan domestik dan asing. Ia juga memuji Presiden Rusia Vladimir Putin dan membahas pembentukan hubungan yang lebih baik dengan Moskow, yang mengkhawatirkan partainya sendiri yang takut ia akan bersikap santai dengan provokasi-provokasi Putin. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG