Tautan-tautan Akses

Vatikan Terima Tuntutan Tebusan untuk Surat Michelangelo yang Dicuri


Paus Fransiskus memimpin misa di Basilika Santo Petrus di Vatikan. (AP/Alessandra Tarantino)

Paus Fransiskus memimpin misa di Basilika Santo Petrus di Vatikan. (AP/Alessandra Tarantino)

Surat kabar Il Messaggero mengatakan seseorang yang digambarkan sebagai mantan pegawai Vatikan meminta tebusan 100.000 euro.

Pemerintah Vatikan mengatakan Minggu (8/3) telah menerima tuntutan tebusan untuk pengembalian dua dokumen langka yang ditulis oleh maestro Renaissance yang dicuri dari arsip-arsipnya hampir 20 tahun lalu.

Pencurian dua dokumen tersebut -- salah satunya surat berisi tandatangan seniman yang melukis Kapel Sistine, merancang bagian Basilika Santo Petrus dan membuat patung-patung seperti David dan Pieta -- belum pernah dikemukakan ke publik sebelum Minggu.

Menyusul laporan surat kabar di Roma, Il Messaggero, Minggu, juru bicara Vatikan, Federico Lombardi mengatakan, seorang kardinal yang berwenang di Basilika Santo Petrus baru-baru ini telah dikontak oleh seseorang yang menawarkan untuk mengembalikan dokumen-dokumen itu untuk "harga tertentu."

Il Messaggero mengatakan orang tersebut, digambarkan sebagai mantan pegawai Vatikan, meminta tebusan 100.000 euro.

Lombardi mengatakan kardinal tersebut "menolaknya karena itu adalah dokumen-dokumen yang dicuri."

Juru bicara itu mengatakan seorang biarawati yang bekerja di kearsipan Vatikan menginformasikan para pejabat pada 1997 bahwa dokumen-dokumen itu telah hilang. Ia tidak mengatakan mengapa Vatikan tidak terbuka mengenai pencurian itu sebelumnya.

Meski surat kabar itu hanya menyebut satu surat yang ditandatangani Michelangelo, yang hidup dari 1475 sampai 1564, juru bicara itu mengatakan dua dokumen telah hilang.

Ia menambahkan bahwa polisi Vatikan sekarang menginvestigasi kasus ini bersama dengan mitra mereka di Italia.

Baik Lombardi maupun surat kabar itu tidak mengungkapkan rincian dari dokumen-dokumen tersebut, yang diambil dari arsip departemen Vatikan yang kelihatannya merupakan pengelola basilika, dikenal sebagai Fabbrica di San Pietro.

Arsip itu berisi banyak dokumen terkait sejarah, rancangan dan konstruksi gereja terbesar untuk umat Kristen. Perlu waktu 100 tahun untuk membangunnya dan bangunan itu diselesaikan pada 1626.

XS
SM
MD
LG