Tautan-tautan Akses

Paus: Pemerintah Vatikan Dijangkiti Penyakit Kekuasaan, Ketamakan


Paus Fransiskus usai audiensi dengan atlet-atlet Italia di Basilikus Santo Petrus di Vatikan (19/12).

Paus Fransiskus usai audiensi dengan atlet-atlet Italia di Basilikus Santo Petrus di Vatikan (19/12).

Paus mengatakan terlalu banyak dari pejabat Vatikan yang memiliki "rasa persaingan tinggi dan kesombongan" serta "Alzheimer spiritual" dan "skizofrenia eksistensial."

Paus Fransiskus, Senin (22/12), mengeluarkan kritik tajam terhadap para pejabat Vatikan, mengatakan pada pastor, uskup dan kardinal yang mengelola Curia, administrasi pusat Gereja Katolik Roma, bahwa ambisi karir, kelicikan dan ketamakan telah menginfeksi mereka dengan "Alzheimer spiritual."

Fransiskus, paus non-Eropa pertama dalam 1.300 tahun, telah menolak banyak perangkap jabatan dan menegaskan tekadnya untuk membawa hierarki Gereja lebih dekat pada 1,2 miliar jemaatnya.

Ia telah mereformasi Curia yang didominasi orang Italia, dengan pergulatan kekuasaan dan kebocoran telah dianggap bertanggung jawab menyebabkan keputusan Benediktus XVI tahun lalu untuk menjadi paus pertama dalam enam abad untuk mengundurkan diri.

"Curia perlu berubah, memperbaiki diri... Sebuah Curia yang tidak mengkritik diri, yang tidak memperbarui diri, tidak mencoba meningkatkan diri, adalah lembaga yang sakit," ujarnya dalam pidato yang sendu.

Ia menyebutkan tidak kurang dari 15 "penyakit dan godaan", dari "Alzheimer spiritual" dari mereka yang telah terpesona akan harta dan kekuasaan duniawi sampai "skizofrenia eksistensial" dari mereka yang tenggelam dalam jalan pikiran yang muram dan berhati batu.

Sri Paus mengatakan beberapa pihak di Curia berlaku seolah mereka "kekal, kebal atau bahkan tak tergantikan," sebuah referensi pada kardinal-kardinal yang telah pensiun namun tetap di Vatikan dan terus memaksakan pengaruh.

Ia mengatakan pada para pejabat Vatikan bahwa terlalu banyak dari mereka yang menderita "rasa persaingan tinggi dan kesombongan"; merupakan atasan yang pilih kasih terhadap bawahan yang menjilat para bos untuk memajukan karir; dan memberikan gosip atau informasi salah pada media.

Namun sebelum mengucapkan Selamat Hari Natal, Sri Paus mendesak para pejabat Vatikan untuk lebih gembira, dengan mengatakan bahwa dosis humor yang baik itu berguna. (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG