Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Peringatkan Krisis Migran Menjelang Musim Dingin


Para migran di Pulau Lesbos, Yunani yang kedinginan membuat perapian di sekitar kamp sementara mereka (foto: dok).

Para migran di Pulau Lesbos, Yunani yang kedinginan membuat perapian di sekitar kamp sementara mereka (foto: dok).

“Uni Eropa harus melakukan semua hal guna mencegah bencana kemanusiaan menjelang musim dingin,” kata Menlu Luksemburg Jean Asselborn.

Uni Eropa hari Senin (9/11) memperingatkan kemungkinan krisis kemanusiaan terkait puluhan ribu migran yang berusaha mengungsi ke Eropa menjelang musim dingin.

Lebih dari 770.000 orang telah tiba di Uni Eropa lewat laut tahun ini, membuat kewalahan pihak berwenang perbatasan dan tempat-tempat penampungan. Banyak migran juga berjalan kaki melintasi kawasan Balkan guna mendapat suaka atau pekerjaan baru di negara-negara kaya seperti Jerman dan Swedia.

Ke-28 negara Uni Eropa telah berjanji menangani situasi darurat migrasi itu dan saling menampung pengungsi. Namun, sumberdaya lambat tersedia.

“Uni Eropa harus melakukan semua hal guna mencegah bencana kemanusiaan menjelang musim dingin,” kata Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn usai rapat terkait isu pengungsi tersebut. “Kita tidak boleh membiarkan mereka meninggal kedinginan.”

Asselborn mengatakan rapat itu membahas pembentukan “pusat-pusat pemrosesan” di kawasan Balkan dimana migran mendaftar dan mendapat informasi tentang perjalanan mereka. Tetapi para migran tersebut juga harus mau sidik jarinya dicatat, sesuatu yang ditolak banyak migran itu.

Guna menangani arus migran, badan perbatasan Uni Eropa (Frontex) meminta tambahan 775 petugas tetapi negara-negara anggota baru menawarkan separuhnya. Sebuah proposal relokasi sedianya menyebar 160.000 pengungsi yang tiba di Yunani dan Italia, tetapi tidak sampai 100 orang yang sudah direkolasi.

Ratusan ribu migran dan pengungsi meninggalkan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang dilanda konflik dan kemiskinan. Banyak telah tewas tenggelam di laut akibat perahu yang reyot dan terlalu padat penumpang.

“Kita harus bergerak dari skala puluhan ke ratusan,” ujar pejabat tinggi imigrasi Uni Eropa Dmitris Avramopoulos usai rapat di Brussels. [th]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG