Tautan-tautan Akses

AS

Trump akan Ajukan Bukti bahwa Obama Menyadapnya


Presiden AS Donald Trump tiba di Gedung Putih, Washington DC setelah mengunjungi Detroit dan Nashville, Rabu (15/3).

Presiden Amerika Donald Trump menyatakan akan mengajukan bukti dalam waktu sangat dekat bahwa mantan Presiden Barack Obama menyadap markas besarnya di Trump Tower di New York dalam minggu-minggu menjelang pemilihan presiden November lalu.

Pimpinan Komite Intelijen DPR Amerika menyatakan tuduhan Trump tidak berdasar. Namun, pada Rabu (15/3) malam Trump menyatakan kepada Fox News bahwa pemerintahannya akan menyerahkan beberapa hal kepada panel itu dan bahwa ia mungkin akan berbicara mengenai klaimnya pekan depan.

Banyak tokoh di Kongres, baik dari fraksi Demokrat maupun sejawat-sejawat Trump dari partai Republik menegur keras Trump yang mengklaim bahwa Obama menyadap Trump Tower, gedung pencakar langit yang menjadi markas besar kampanye konglomerat real estate itu dan juga kediamannya sebelum memenangi pemilihan presiden.

Pernyataan terbaru yang mengesampingkan tuduhan Trump itu adalah Ketua DPR Paul Ryan, yang hari Kamis (16/3) mengatakan kepada wartawan, “Kami telah menjelaskannya, bahwa kami tidak melihat ada bukti mengenai hal tersebut.”​

Tonton: Pernyataan Ketua DPR AS Paul Ryan soal Klaim Penyadapan

Trump mengemukakan tuduhan keras mengenai penyadapan oleh pendahulunya itu pada 4 Maret dalam serangkaian pernyataan di akun Twitternya. Salah satunya menyebutkan, “Mengerikan! Baru saja tahu bahwa Obama ‘menyadap’ saya di Trump Tower kemenangan saya (dalam pilpres).”

Tetapi Obama mengesampingkan tuduhan itu yang disebutnya keliru dan sejak itu Trump tidak memberikan bukti mengenai klaimnya. Sebelum wawancara dengan Fox itu, Trump menghindari pertanyaan wartawan mengenai tuduhan tersebut.

Trump mengatakan kepada Fox bahwa komentarnya di Twitter “sebenarnya mencakup pengintaian dan banyak hal lainnya. Tak seorang pun pernah membicarakan tentang fakta bahwa kata penyadapan itu diberi tanda petik, tetapi hal tersebut sangatlah penting.”

Hari Rabu (15/3), Ketua Komite Intelijen DPR, anggota partai Republik Devin Nunes, yang mendukung Trump, mengadakan konferensi pers mengenai tuduhan penyadapan tersebut.

Ia mengatakan belum memiliki bukti mengenai penyadapan yang terjadi. “Saya kira tidak ada penyadapan di Trump Tower,” lanjutnya.

Salah seorang anggota senior Demokrat di komite itu, Adam Schiff, sependapat dan mengatakan sejauh ini ia tidak melihat ada bukti mengenai penyadapan yang diperintahkan Obama, tidak ada landasan bagi hal-hal semacam itu, jelasnya. [uh/ab]

Tonton: Pernyataan Ketua Komite Intelijen DPR​ AS, Devin Nunes

XS
SM
MD
LG