Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Selidiki Campur Tangan Rusia dan Tuduhan Penyadapan Trump


James Comey, kepala FBI memberikan penjelasan di depan komisi Kongres AS (foto: dok).

James Comey, kepala FBI memberikan penjelasan di depan komisi Kongres AS (foto: dok).

Anggota-anggota Kongres Amerika bergerak cepat untuk mengetahui lebih banyak tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu, dan sekaligus berusaha menentukan apakah ada bukti bahwa mantan Presiden Barack Obama memerintahkan penyadapan telepon di markas besar Trump Tower di New York seperti yang dituduhkan oleh Presiden Trump.

Sejumlah senator dan anggota DPR dari komisi-komisi intelijen tampak mengunjungi Kantor Dinas Intelijen Pusat Amerika atau CIA di pinggir kota Washington untuk memeriksa laporan-laporan intelijen yang belum diolah tentang serangan Rusia lewat dunia maya untuk membantu Trump mengalahkan saingannya, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Para anggota Kongres itu mengatakan telah memeriksa bundel-bundel informasi rahasia yang dikumpulkan CIA, dan mereka masih akan berkunjung lagi ke markas CIA itu dalam waktu dekat ini. Komisi intelijen DPR dan Senat bermaksud mengadakan sidang dengar mendapat terbuka dalam minggu-minggu mendatang.

Kelompok intelijen Amerika telah menyimpulkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan peretasan komputer milik kepala kampanye Clinton, John Podesta, dan hasilnya diumumkan oleh WikiLeaks dalam minggu-minggu menjelang pemilihan presiden bulan November.

Banyak dari email hasil sadapan itu menunjukkan berbagai usaha di belakang layar yang dilakukan para pejabat Partai Demokrat untuk membantu Clinton memenangkan nominasi partainya.

Sementara itu, kelompok mayoritas Partai Republik dalam Komisi Kehakiman DPR hari Rabu (8/3) minta pada James Comey, kepala Dinas Penyidikan Federal Amerika atau FBI untuk memberi penjelasan tentang campur tangan Rusia itu. Selain itu, mereka juga akan minta informasi tentang tuduhan-tuduhan serius yang dilontarkan presiden Trump minggu lalu tentang peretasan telpon yang katanya diperintahkan oleh Presiden Obama.

Seorang juru bicara Obama mengatakan tuduhan peretasan itu “sama sekali bohong,” dan Presiden Trump tidak memberikan bukti apapun untuk mendukung tuduhan itu. [ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG