Tautan-tautan Akses

Tiongkok Kembali Raih Emas Cabang Senam Beregu Putera


Pesenam Tiongkok Chen Yibing tampil dalam nomor gelang-gelang senam beregu putera. Tim senam Tiongkok meraih medali emas, sementara perak dan perunggu direbut Jepang dan Inggris.

Pesenam Tiongkok Chen Yibing tampil dalam nomor gelang-gelang senam beregu putera. Tim senam Tiongkok meraih medali emas, sementara perak dan perunggu direbut Jepang dan Inggris.

Tim senam putera Tiongkok berhasil memenangkan gelar juara Olimpiade untuk kedua kali berturut-turut dan ketiga dalam nomor empat pertandingan senam.

Jika ada medali emas diperebutkan, jangan pernah meragukan tim Tiongkok. Untuk medali perak dan perunggu, ternyata agak rumit. Demikian yang terjadi dalam cabang senam putra hari Senin di Olimpiade London.

Tim Tiongkok memenangkan gelar juara Olimpiade dua kali berturut-turut dan ketiga dalam nomor empat pertandingan senam, ini membuat siapa pun yang meremehkan penampilan buruk mereka dalam babak kualifikasi terlihat konyol. Skor tim Tiongkok 275,997 poin, empat poin unggul dari tim Jepang, yang membutuhkan pemutaran ulang video untuk merebut tempat kedua.

Inggris awalnya diumumkan sebagai penerima medali perak, gegap gempita terdengar di stadion O2 Arena. Inggris dalam sejarah belum pernah meraih hasil yang membanggakan dalam cabang olahraga senam dan ini adalah medali Olimpiade pertama bagi tim putra senam Inggris dalam satu abad. Tetapi Jepang mempertanyakan skor pesenam juara dunia tiga kali Kohei Uchimura dalam nomor kuda-kuda pelana, penampilan terakhirnya.

Sementara para juri berkerumun di depan layar video, tim Inggris berpesta, sedangkan Uchimura bersama rekan setimnya pesenam Jepang lainnya duduk terpaku menyandar ke dinding.

Lima menit kemudian skor Uchimura diubah, para juri memberinya angka tambahan. Sebelumnya ia mendapat skor 13,466 kemudian diubah menjadi 14,166. Skor itu cukup mendongkrak tim Jepang dari tempat keempat menjadi kedua dengan total 271,952.

Inggris terdorong ke medali perunggu, sementara Ukraina turun ke posisi keempat.

Tim Amerika, berharap merebut gelar pertama sejak Olimpiade tahun 1984 setelah menempati peringkat teratas dalam babak kualifikasi, harapan untuk meraih medali terhapus karena penampilan yang buruk dalam nomor kuda-kuda pelana, nomor kedua dalam penampilan mereka.
XS
SM
MD
LG