Tautan-tautan Akses

Tidak Percaya Barat, Iran Upayakan Hubungan Lebih Dekat dengan China


Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Presiden China Xi Jinping di Teheran, Iran, 23 Januari 2016.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Presiden China Xi Jinping di Teheran, Iran, 23 Januari 2016.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan hubungan ekonomi dan keamanan yang lebih erat dengan China, dengan mengatakan Iran tidak pernah percaya Barat.

Khamenei mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan hari Sabtu (23/1) bahwa Iran sedang berupaya memperluas hubungan dengan “negara-negara yang lebih independen” seperti China karena “Iran tidak pernah percaya pada Bara.t.

Xi Jinping adalah kepala negara pertama, dari kelompok enam negara yang merundingkan perjanjian nuklir bersejarah untuk mencabut sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran, yang bertemu dengan Khamenei.

Pemimpin China itu tiba di Iran Jum’at malam (22/1) dalam lawatannya ke Timur Tengah.

Sebelumnya Xi Jinping bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani di kediaman presiden, di mana kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan 17 perjanjian guna memperluas kerjasama ekonomi dan diplomatik.

Kedua negara juga setuju untuk mendorong perjanjian kedua negara.

“Hari ini kami membahas hubungan strategis antar kedua negara, aturan hukum dan penandatanganan 25 dokumen komprehensif, serta meningkatkan hubungan bilateral dalam 10 tahun mendatang. Kami memutuskan untuk meningkatkan hubungan perdagangan hingga 600 milyar dolar," ujar Rouhani.

Xi Jinping, presiden pertama China yang melakukan lawatan ke Iran dalam 14 tahun terakhir ini, mengatakan kedua pihak sepakat membentuk kemitraan komprehensif strategis. [em]

XS
SM
MD
LG