Tautan-tautan Akses

Thailand Tangkap 2 Tersangka Utama Perdagangan Manusia

  • Associated Press

Para nelayan Myanmar yang diperbudak oleh perusahaan perikanan di Benjina, Kepulauan Aru, tiba di Tual setelah dibebaskan, April 2015.

Para nelayan Myanmar yang diperbudak oleh perusahaan perikanan di Benjina, Kepulauan Aru, tiba di Tual setelah dibebaskan, April 2015.

Mereka memperdaya dan menjual orang-orang ke pemilik-pemilik kapal untuk dibawa bekerja di kapal-kapal nelayan di Indonesia.

Kepolisian Thailand telah menangkap dua pria yang menurut mereka adalah dua tokoh kunci dalam jaringan perdagangan manusia yang menarik orang untuk bekerja di kapal-kapal penangkapan ikan di Indonesia dan menjual mereka kepada pemilik-pemilik kapal.

Para pejabat dari Departemen Investigasi Khusus Thailand mengatakan dalam konferensi pers hari Rabu (1/7) bahwa pria-pria tersebut merupakan “tokoh-tokoh besar” dalam sindikat-sindikat perdagangan manusia di provinsi Samut Sakorn, pusat penangkapan ikan terbesar di negara itu.

Kedua pria tersebut diduga menyuruh makelar mencari para pekerja di stasiun-stasiun kereta dan tempat-tempat umum lainnya. Para korban kemudian diperdaya dan dijual ke pemilik-pemilik kapal seharga 30.000 baht (US$900) per orang dan dibawa bekerja di kapal-kapal nelayan di Indonesia.

Keduanya menghadapi tuduhan-tuduhan termasuk perdagangan manusia dan penahanan sewenang-wenang.

Penangkapan itu merupakan yang terbaru menyusul investigasi Associated Press atas perbudakan dalam industrikanan Asia Tenggara.

XS
SM
MD
LG