Tautan-tautan Akses

Staf Pengadilan Khmer Merah di Kamboja Tak Dibayar


Para petugas pengadilan Khmer Merah yang disponsori PBB memberikan keterangan pers di Phnom Penh, Kamboja (foto: dok).

Para petugas pengadilan Khmer Merah yang disponsori PBB memberikan keterangan pers di Phnom Penh, Kamboja (foto: dok).

Sekitar 300 anggota staf pengadilan genosida Kamboja yang didukung PBB yang mengadili pemimpin Khmer Merah telah bekerja sejak Desember tanpa dibayar.

Seorang pejabat pengadilan Kamboja hari Jumat menyatakan belum dibayarnya para petugas pengadilan Khmer Merah itu. Ia menambahkan mereka kemungkinan juga tidak dibayar tahun ini kecuali jika para donor bantuan luar negeri menyumbang dana lebih banyak.

Juru bicara pengadilan Khmer Merah Neth Pheaktra mengatakan diperlukan 9.3 juta dolar bagi gaji dan biaya operasional sehari-hari pada tahun 2013 terkait komponen operasi di Kamboja. Semua fungsi pengadilan itu dioperasikan bersama oleh personel Kamboja dan internasional tapi dengan anggaran terpisah.

Pengadilan ini ditugasi mengupayakan keadilan atas kekejaman yang dilakukan oleh Khmer Merah selama empat tahun mereka berkuasa pada akhir tahun 1970-an. Diperkirakan 1,7 juta warga Kamboja tewas di bawah rezim komunis yang radikal itu akibat kerja paksa, kelaparan, tidak mendapat pengobatan dan eksekusi.

Pengadilan itu telah mengeluarkan dana sebesar 141.1 juta dolar dari tahun 2006 sampai 2011. Pengadilan ini memperkirakan biaya akan mencapai sebesar 230.7 juta dolar pada penyelesaian tugasnya tahun 2013, dan telah memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi kekurangan anggaran yang parah.
XS
SM
MD
LG