Tautan-tautan Akses

Ketegangan Meningkat dalam Pertikaian Pengadilan Khmer Merah


Para hakim dalam Mahkamah yang mengadili kejahatan Perang Khmer Merah di pinggiran Phnom Penh (foto: dok).

Para hakim dalam Mahkamah yang mengadili kejahatan Perang Khmer Merah di pinggiran Phnom Penh (foto: dok).

Mahkamah itu diwarnai tuduhan campur tangan politik dari pemerintah Phnom Penh, yang menentang penyelidikan baru atas Khmer Merah.

Pertikaian antara para hakim dalam Mahkamah yang mengadili kejahatan Perang Khmer Merah muncul lagi hari Senin, di mana seorang hakim Kamboja menyambut pengunduran diri sejawatnya dari Eropa yang berhenti pekan lalu dengan mengeluhkan adanya campur tangan tidak sepatutnya terhadap penyelidikan yang sedang berlangsung.

Hakim penyelidik bersama dari Kamboja, You Bunleng, dalam sebuah pernyataan panjang mengatakan ia yakin pengunduran diri Hakim dari Swiss Laurent Kaspar-Ansermet menunjukkan, ia bertanggungjawab atas profesinya dan kekeliruan prosedur yang dilakukannya.

Pekan lalu, Kaspar-Ansermet mengatakan ia tidak dapat memenuhi kewajibannya karena You Bunleng berulangkali mempertanyakan otoritasnya.

Mahkamah itu telah diwarnai tuduhan campur tangan politik dari pemerintah Phnom Penh, yang menentang penyelidikan baru terhadap para tersangka Khmer Merah. You Bunleng selama ini terkesan ragu-ragu untuk melakukan dua penyelidikan baru sementara Kasper-Ansermet bersikeras ingin memproses kasus-kasus itu.

Mahkamah itu telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap seorang mantan pejabat Khmer Merah, dan saat ini sedang mendengarkan kasus kedua menyangkut tiga pemimpin tertinggi Khmer Merah yang masih hidup. Ketiga orang itu menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kematian sekitar 1,7 juta warga Kamboja yang tewas selama pemerintahan Khmer Merah pada tahun 1970-an.

XS
SM
MD
LG