Tautan-tautan Akses

Sri Mulyani: Hilangnya Kepercayaan Publik akibat Panama Papers Rugikan Ekonomi


Direktur pengelola Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati dalam wawancara dengan VOA, Rabu (13/4).

Direktur pengelola Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati dalam wawancara dengan VOA, Rabu (13/4).

Direktur pengelola Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hilangnya kepercayaan publik akibat bocornya Panama Papers bisa membuat warga biasa enggan membayar pajak.

Pembeberan Panama Papers merugikan kepercayaan publik dan bisa membuat warga biasa enggan membayar pajak yang dibutuhkan untuk mendanai jalan, sekolah, dan fungsi pemerintah lainnya, demikian kata pejabat nomor dua di Bank Dunia, Direktur Pengelola dan COO Sri Mulyani.

Informasi yang dibocorkan dari sebuah kantor hukum berbasis di Panama memperlihatkan upaya orang-orang kaya dari seluruh dunia untuk menyembunyikan uang dan menghindari pajak.

Sri Mulyani, direktur pengelola Bank Dunia, mengatakan, persepsi ketidak adilan merusak kepercayaan publik, menyusutkan pendapatan pemerintah, serta memperlamban ekonomi beberapa negara yang membutuhkan pertumbuhan.

“Kalau negara-negara melihat beberapa pemimpin, elit, atau dalam kasus ini orang kaya, punya rekening di luar negeri, mereka akan bertanya-tanya mengapa. Dan mereka mempertanyakan: “Apa itu sebuah alasan yang sah?” ataukah “ada sesuatu yang disembunyikan?”

Uang yang disembunyikan di Panama juga mewakili sebagian besar ekonomi beberapa negara.

Tom Cardamore dari kelompok peneliti dan konsultan Global Financial Integrity mengatakan, “Lebih dari satu triliun dolar uang ilegal disedot keluar dari ekonomi negara berkembang setiap tahun. Ini jauh lebih besar dari semua bantuan luar negeri dan semua investasi luar negeri yang masuk ke negara-negara ini setiap tahun.”

Sri Mulyani mengatakan, dalam rangka melakukan perubahan nyata, negara-negara harus bekerja sama secara erat. “Tanpa kerjasama internasional, akan sangat sulit mengejar penghindaran pajak ini.” [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG